Hadapi Krisis Pangan dan Inflasi, Gus Fawait: Saatnya Berpihak ke Petani

DPRD Jatim, Bhirawa
Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim terus mengawal dan menyuarakan kepada Pemprov Jatim untuk memberikan prioritas kebijakan pada sektor pangan. Pasalnya, belanja pemerintah itu harus memberikan ruang yang lebih terhadap sektor pangan.

Dengan harapan, kedepan Jatim menjadi salah satu sumbangsih terhadap penurunan inflasi dan kemiskinan serta salah satu provinsi yang memberikan swasembada sektor pangan ke level nasional dan lebih banyak lagi.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, M Fawait yang akrab Disapa Gus Fawait, Jumat (2/12/2022). Menurutnya, masalah yang krusial di Jatim yang belum bisa terpecahkan sampai hari ini adalah masalah kemiskinan. Dan kemiskinan itu mayoritas ada di pedesaan dan banyak yang berporfesi sebagai petani dan buruh tani.

“Kalau kita memberikan sebuah kebijakan prioritas dan ruang yang lebih besar kepada sektor pangan ini, maka otomatis sektor pangan nanti bisa menghasilkan yang lebih besar lagi. Yang paling penting juga kalau kita membuat kebijakan maka otomatis juga bisa mensejahterahkan petani dan buruh tani dan mengurangi tingkat kemiskinan,” katanya.

Pria yang juga Presiden Laskar Sholawat Nusantara ini menjelaskan, berdasarkan rilis dari BPS bahwa inflasi secara nasional years on years bulan november ini secara nasional di kisaran 5,42 persen. Sedangkan Years today, inflasi dari Januari-November 2022 diangka 4,82 persen.

“Mayoritas inflasi itu disumbang oleh komoditas pangan. Kita melihat komoditas pangan salah satunya adalah telur ayam naiknya 17,11 persen. Ada juga komoditas beras, tomat, kedelai, bahkan ironisnya harga kedelai ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Hal ini karena stok kita menipis dan proses impor kedelai yang lamban. Artinya di negara agraris justru tergantung produk pertanian dari impor, ini ironi sekali,” teragnya.

Di jatim sendiri, lanjut Gus Fawait, inflasi di bulan November years on years dibanding tahun 2021 ini di kisaran 6,62 persen. Kalau years today dikisaran 5,88 persen. “Ini tidak jauh berbeda secara nasional salah satu penyumbang inflasi yang tinggi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau,” bebernya.

Menurut Gus Fawait, sebetulnya inflasi ini memang menjadi perhatian bersama, bukan hanya Jatim bahkan dunia. Apa yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo beberapa bulan lalu itu bagian dari antisipasi bahwa semua kepala daerah harus mengantisipasi inflasi yang lumayan tinggi. Walaupun banyak akademisi yang memperkirakan target di 2022 dibawah 6 persen itu akan tercapai secara nasional.

“Tapi, yang menarik dari angka inflasi yang dirilis oleh BPS ini adalah sumbangsih dari sektor pangan. Sebetulnya, tidak heran lagi banyak pengamat sudah memprediksi bahwa 10-20 tahun yang akan datang dunia ini selain perang angkat senjata, yang tidak kalah penting peperangan terkait masalah pangan. Artinya negara yang kuat itu bisa menguasai pangan dan menghasilkan pangan,” urai Gus Fawait.

Dari angka inflasi ini yang menarik menurut Fawait terkait sumbangsih sektor pangan. Maka, sufldah seharusnya Pemprov Jatim memfokuskan diri atau memberi ruang kebijakan yang lebih besar dibandingkan tahun kemarin. “Seperti pertanian, peternakan dan serumpun,” imbuhnya.

“Kenapa, karena berdasarkan data beberapa BPS melakukan rilis terkait inflasi dan penyumbang yang signifikan adalah pangan,” tutupnya. [geh]

Tags: