Hadapi MEA, DWP Diajak Jadi Penyelamat Produk Bangsa

3-dhama wanitaPemprov Jatim, Bhirawa
Menjelang dibukanya gerbang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)  2015, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jatim diminta mampu membentengi dan menyelamatkan produk bangsa  dari serbuan produk impor.
DWP dengan anggota Ibu-ibu  dinilai bisa memberi pengertian kepada anggota keluarganya dan lingkungannya agar membeli barang-barang produk dalam negeri, termasuk konsumsi buah dalam negeri.
“Hal itu harus diawali dari diri sendiri sebelum mengimbau orang lain untuk melakukannya. Jangan sampai kita menjadi bangsa konsumen atas produk-produk negara lain, justru harus menjadi produsen yang bisa menjangkau pasar negara-negara lain,” kata Sekdaprov Dr H Akhmad Sukardi MM saat hadir dalam acara Ulang Tahun ke-15 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur di kantor Dipenda Jatim, Rabu (17/12).
Dijelaskan Sukardi, MEA merupakan gagasan dari sepuluh negara Asia Tenggara untuk mewujudkan perekonomian yang lebih baik pada 2015 mendatang. Keberadaan MEA tidak dapat dilepaskan dari partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam terselenggaranya integrasi yang berkelanjutan sehingga Asia Tenggara menjadi kawasan yang strategis dalam bidang perekonomian.
Diakuinya MEA bisa diibaratkan seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, era ini membuka peluang yang luas bagi perkembangan ekonomi. Karena bila perdagangan bisa menjangkau pasar sembilan  negara Asean lainnya dengan lebih mudah.
Namun di sisi lain, persaingan pasti akan semakin ketat di pasar dagang Asean, bahkan di dalam negeri. Apabila Indonesia  siap maka MEA  akan menguntungkan, tapi jika tidak siap akan menjadi  kurang menguntungkan.
Selain itu, dengan banyaknya orang yang masuk dari berbagai negara Asean tentunya akan membawa budaya bangsa yang berbeda-beda. Maka dari itu, anggota DWP harus siap-siap membentengi putera-puterinya terutama yang remaja dengan dasar agama yang kuat agar nantinya tidak salah arah dalam pergaulan karena pengaruh budaya asing.
“Dalam mendidik remaja orangtua harus memasukkan nilai-nilai agama yang kuat agar anak-anak remaja memiliki keyakinan terhadap agamanya. Dengan memiliki keyakinan akan nilai-nilai agama, remaja memiliki benteng dalam melakukan sesuatu agar tidak terjerumus ke arah pergaulan yang menyimpang, ” katanya.
Sementara itu Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jatim Ny Hj  Chairani Yuliati Akhmad Sukardi SSos  mengatakan di usianya yang ke-15 tahun, DWP akan terus membantu pemerintah dalam mengimplementasikan berbagai program  ke masyarakat.
Pada sisi lain, dia bertekat organisasi bisa semakin maju dan mampu menyejahterakan anggotanya agar siap bersaing menghadapi era globalisasi. ” Karena itu kami terus menjalin komunikasi dengan berbagai organisasi wanita dan seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Jatim untuk meningkatkan SDM anggota dengan berbagai pelatihan,” katanya.
Dikatakan Hj Chairani, DWP memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai wadah bagi para istri PNS untuk bersama-sama membangun rumah tanggga agar anggota DWP agar lebih sejahtera. Kedua, anggota DWP bisa memberikan keteladanan sebagai seorang istri yang baik dalam membantu karir suami dengan memberikan dukungan dan motivasi, menciptakan suasana rumah tangga yang kondusif sehingga suami bisa tenang dalam bekerja, yang akhirnya karir suami juga berkembang dengan baik. Kemudian fungsi ketiga, sebagai wadah untuk berperan di lingkungan masyarakat/sosial.
Dalam ucara kemarin, Penasihat DWP Provinsi Jatim Hj Fatma Saifullah Yusuf menyerahkan secara simbolis santunan pendidikan kepada anak-anak anggota DWP yang berprestasi, dan para pemenang berbagai lomba yang digelar dalam rangkaian Ultah DWP. [tis]

Keterangan Foto : Penasihat DWP Provinsi Jatim Hj Fatma Saifullah Yusuf menyerahkan secara simbolis santunan pendidikan kepada anak-anak anggota DWP yang berprestasi, Rabu (17/12).

Tags: