Hadapi MEA, Pemprov Perkuat 11.600 UMKM Produsen Olahan Ikan

Kegiatan Industri Bahari Expo XV dan Agro Matching Expo XIV di Grand City Surabaya ditutup, Minggu (6/9). Pameran ini menjadi ajang pemerintah daerah untuk mengenalkan potensi industri bahari di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan Industri Bahari Expo XV dan Agro Matching Expo XIV di Grand City Surabaya ditutup, Minggu (6/9). Pameran ini menjadi ajang pemerintah daerah untuk mengenalkan potensi industri bahari di wilayahnya masing-masing.

Pemprov, Bhirawa
Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang akan berlangsung Desember,  Pemprov Jatim terus berupaya memperkuat sektor UMKM. Salah satunya yakni sektor UMKM produsen makanan olahan ikan yang jumlahnya mencapai 11.600 pengusaha.
“Kami membina 11.600 UMKM baik perorangan atau kelompok se-Jatim. UMKM ini khusus menghasilkan produk olahan dari hasil perikanan Jatim, seperti tofu ikan, bakso ikan, dendeng ikan, krupuk ikan, hingga bandeng asap tanpa duri,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim Heru Tjahjono dikonfirmasi, Minggu  (6/9).
Untuk memastikan data pengusaha binaannya, kini pihaknya tengah menyiapkan data lebih akurat terkait seluruh UMKM. “Kami sedang  mendata jumlah pastinya. Termasuk produk olahannya apa, bahan bakunya dari apa, berapa jumlah produksinya, sampai proses pemasaraannya,” ungkapnya.
Dengan data itu, lanjut mantan Bupati Tulungagung tersebut, maka kesiapan UMKM dan proses pembinaannya bisa lebih baik dalam menghadapi MEA 2015. Adapun data tersebut tak hanya terkait produksinya saja, melainkan juga mencakup klasifikasi usaha sesuai data by name dan by address (nama dan alamat).
Ia menargetkan, proses pendataan keseluruhan yang kini masih diproses bisa segera diselesaikan. “Setelah saya cek, mungkin akhir September baru selesai (pendataan UMKM). Jadi sekarang masih dalam proses. Kalau selesai nanti bisa dipublish,” tuturnya.
Sembari menunggu proses pendataan, pihaknya juga mulai mengenalkan berbagai produk makanan olahan ikan yang diproduksi UMKM binaannya. Misalnya dengan menggelar bazar di halaman kantornya yang berada di wilayah Jalan Ahmad Yani Surabaya. Selain itu juga mengikuti  Industri Bahari Expo XV dan Agro Matching Expo XIV di Grand City Surabaya pada 3-6 September.

Proteksi Impor Ikan
Pemerintah saat ini terus memproteksi impor ikan dalam rangka menyambut MEA 2015, dan juga untuk melindungi keberlangsungan nelayan dalam negeri. Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Saut Parulian Hutagalung mengatakan pada 2014 lalu impor ikan kurang dari 10 persen. “Jumlah tersebut akan terus ditekan dalam rangka menghadapi pasar bebas ASEAN yang rencananya akan dilaksanakan pada 1 Januari 2016,” katanya saat menghadiri  Industri Bahari Expo XV dan Agro Matching Expo XIV  di Grand City Surabaya.
Ia mengemukakan, salah satu instrumen yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kebijakan terkait dengan impor ikan tersebut. “Salah satunya kemungkinan masuknya ikan patin filet dari Vietnam yang bisa dibendung dengan cara membatasi takaran kandungan air dalam ikan tersebut,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, jika mengandalkan kualitas tentunya produk-produk tersebut bisa dengan mudah masuk ke Indonesia. “Saya melihat, hanya orang kurang waras saja yang akan membeli produk lebih mahal dengan kualitas yang jelek pada saat memasuki MEA mendatang,” tukas Saut.
Oleh karena itu, perlu adanya proteksi-proteksi melalui kebijakan pemerintah yang dapat dilakukan untuk membendung masuknya produk dari luar negeri. “Seperti di Australia mereka juga melakukan langkah sama. Saat ini mereka memiliki alat canggih untuk melihat bakteri pada ikan, dan itu akan menjadi kebijakan negera tersebut untuk melindungi masuknya gempuran produk dari luar negeri,” tuturnya.
Pameran Industri Bahari Expo di Surabaya 3-6 September 2015 diharapkan meningkatkan investasi dalam negeri di bidang industri bahari dan agro bisnis bisa meningkat.
Direktur Utama PT Fery Agung Corindotama (Feraco) Moch Ruslim sebagai pihak penyelenggara   Industri Bahari Expo XV dan Agro Matching Expo XIV  menjelaskan komitmen penuh pemerintah dalam mengembangkan industri kemaritiman atau bahari disambut positif daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pemerintah daerah gencar melakukan pameran untuk mengenalkan potensi industri bahari di wilayahnya masing-masing. “Pameran ini sudah berlangsung 15 tahun, dan pada tahun ini peningkatan jumlah peserta sangat signifikan, salah satunya karena pemerintah pusat sudah menyatakan bahwa industri kemaritiman adalah salah satu fokus pengembangan ekonomi nasional,” katanya.
Sebanyak 200 stan berpartisipasi dalam pameran. Mereka berasal dari  34 instansi terkait di 34 provinsi dan 20 kabupaten/kota di Indonesia, baik dalam bidang bahari dan agrobisnis. [rac]

Tags: