Hadapi MEA, Perbanyak Produk High Quality

Salah satu usaha UMKM yang memproduksi bordir dari Desa Sumberpasir, Kec Pakis, Kabupaten Malang, yang siap bertarung di MEA.

Salah satu usaha UMKM yang memproduksi bordir dari Desa Sumberpasir, Kec Pakis, Kabupaten Malang, yang siap bertarung di MEA.

Kab Malang, Bhirawa
Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), menjadi peluang emas bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk ‘potong kompas’ dalam sistem perdagangan Asean. Mengingat di wilayah Kabupaten Malang sebagai daerah industri, serta memiliki banyak potensi yang bisa menjadi peluang barang ekspor.
Menurut, Pj Bupati Malang Hadi Prasetyo, Minggu (10/1), kepada wartawan, untuk bisa menjadikan produk yang dihasilkan pengusaha Kabupaten Malang bisa ekspor, tentunya harus didukung marketing yang handal. Selain itu, harus high quality karena paling utama dalam memasarkan barang yang dijual.
“Serta fokus terhadap standar tertentu yang harus dipenuhi dan diakui internasional, seperti pemberian barcode pada label produk saat packaging, serta sertifikasi,” tegasnya.
Ia mengaku, produk yang diproduksi oleh para pelaku usaha UMKM pada umumnya jarang bisa ekspor, itu disebabkan marketing yang bermasalah. Dikarenakan kurangnya hubungan sambung rasa dengan partner usaha. Sehingga dirinya akan mengajak pelaku usaha UMKM yang memliki komitmen yang mampu bekerja dan menampilkan produk yang berbeda dan  marketable. Misalnya, makanan minuman, kerajinan tangan (handmade) yang terbuat dari bahan baku kulit sapi yang ada di Kecamatan Tumpang.
Secara terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang Sukowiyono menambahkan, untuk meningkatkan produk yang bisa bersaing dalam MEA, pihaknya juga membentuk  membentuk cluster sebanyak 415.000, 298.756 usaha mikro, 115.119 mikro kecil, 1.231 mikro menengah, yang nantinya mampu merekrut tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang. Sehingga dengan cluster tersebut, maka diharapkan akan memperoleh omzet lebih kurang mencapai Rp 41 triliun, khususnya untuk produk ekspor.
Sementara, ia mengatakan, untuk meningkatkan kualitas hasil produksi dan pemasaran, maka para pelaku UMKM diberikan pengetahuan agar mereka terpacu dan ikut bersaing dengan produk impor yang akan membanjiri Jawa Timur (Jatim). Pihaknya beberapa hari lalu menggelar temu bisnis antar UMKM Kabupaten Malang dengan mendatangkan nara sumber Mr Rudy Fang salah satu pengusaha sukses dari negara Singapura. “Itu kami lakukan agar para UMKM di Kabupaten Malang memiliki pengetahuan luas, terutama dalam melakukan pemasaran hasil produksinya,” paparnya.
Dan Mr Rudy Fang sendiri, kata Sukowiyono, berjanji akan membantu menjualkan produk Indonesia, khususnya produk dari Kabupaten Malang untuk dipamerkan di pasar internasional. Sedangkan Jawa Timur sendiri memiliki Jatim Mart atau show room produk dan jasa Jatim di luar negeri, baik itu showroom secara fisik maupun secara online (SBC Portal B2B e-commerce).
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga berencana membangun Jatim Mart di 10 negara Asean di tahun 2016-2020. Diantaranya, di Singapura, Vietnam, Cina, dan bahkan hingga Eropa. Dengan Jatim membuka show room di berbagai negara Asean, maka hal itu sangat membantu pelaku industri dalam menjual produknya dalam penjualan ekspor,” tandasnya. [cyn]

Tags: