Hadirkan TPS Horor Penjara Setan hingga Bagi-bagi Hadiah

TPS 43 Tambak Asri Gang 25 Kelurahan Morokrembangan membuat TPS unik  bertema horor dalam Pilpres 2014, Rabu (9/7). Tampak panitia menggunakan kostum makhluk halus, seperti pocong, genderuwo  dan drakula.

TPS 43 Tambak Asri Gang 25 Kelurahan Morokrembangan membuat TPS unik bertema horor dalam Pilpres 2014, Rabu (9/7). Tampak panitia menggunakan kostum makhluk halus, seperti pocong, genderuwo dan drakula.

Kota Surabaya, Surabaya
Berbagai cara dilakukan petugas KPPS  (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya untuk menekan angka golput dalam Pilpres 2014. Ada yang memilih nuansa horor, ada juga yang membagi-bagikan hadiah kepada warga.
Apa jadinya, kalau lokasi TPS dihuni banyak kaum lelembut? Padahal, tempat itu, mestinya didatangi banyak orang untuk mencoblos menyalurkan aspirasi politiknya dalam Pilpres 2014, Rabu (9/7) kemarin.
Itulah pemandangan di TPS 43 di Jalan Tambak Asri 25 Kelurahan Kerembangan Kecamatan Kerembangan Surabaya. Di TPS ini, penuh dengan makhluk halus, seperti wewe gombel, genderuwo, pocong, drakula, buto ijo.
Memasuki lorong di Jalan Tambak Asri 25, aura magisnya sangat terasa. Bau kemenyan tercium menyengat di hidung, dan suara jeritan dari alam kubur terdengar bersahutan dengan lolongan anjing.
Meski begitu, banyak warga sekitar yang tetap mendatangi TPS 43 untuk menggunakan hak suaranya. Ningsih misalnya. Ibu rumah tangga yang tinggal di Gang 25 RT 19 RW 6 ini mengaku tidak takut untuk datang ke TPS yang dipenuhi hantu itu.
“Serem juga sih, tapi ya ndak apa-apa. Ini kan hasil kreativitas warga di sini. Dengan begini, terlihat lucu dan unik, jadi banyak warga yang datang ke TPS untuk nyoblos,” kata Ningsih usai menyalurkan hak pilihnya dalam Pilpres 2014 kemarin.
“Ini cara untuk menarik minat warga untuk datang ke TPS agar tidak golput,” kata panitia di TPS di Kecamatan Krembangan itu Yohanes, Rabu (9/7).
Menurut dia, bagi warga yang ingin mencoblos di TPS 43 akan menjumpai penampakan dari panitia yang menggunakan kostum makhluk halus. Selain itu, suasana TPS dibentuk seperti sebuah gua menyeramkan dengan label “Selamat Datang di Penjara Setan” beserta miniatur keranda mayat untuk koruptor. “Target kami dari seluruh DPT yang terdaftar memberikan suaranya minimal tujuh puluh persen,” katanya.
Sementara itu, terkait konsep yang mengusung tema horor, Ketua KPPS Soedjono  menyebut ide ini muncul karena mengibaratkan setan-setan yang terpenjara selama bulan Ramadan. “Kita juga berharap presiden terpilih nanti juga bisa memenjarakan setan-setan yang selama ini berwujud koruptor dan politisi busuk. Kita juga sudah siapkan keranda mayat untuk koruptor di sini,” katanya.
Selama ini, TPS 43 Tambak Asri dikenal selalu menggelar pemilu dengan membuat tema unik. Sebelumnya, TPS yang banyak diisi oleh anak muda ini membuat tema Piala Dunia dan Super Hero yang sempat meraih gelar TPS terbaik se-Surabaya. “Ini biayanya dari honor petugas di TPS yang dikumpulkan. Intinya kegiatan ini swadaya sendiri untuk menyukseskan pilpres kali ini,” kata Soedjono
Di tempat terpisah, di Gang 26 RT 20 RW 6, justru menampilkan TPS yang berbeda dari TPS 43. Di TPS 44 yang terpisah satu gang dengan TPS Horor Penjara Setan (TPS 43) ini, memberi hiburan doorprize bagi warga yang datang ke TPS.
Di tempat itu, sejumlah kupon dalam amplop kecil bergelantungan. Bagi warga yang datang dipersilakan untuk mengambil satu kupon tersebut. Hadiahnya adalah sembako, seperti beras, minyak goreng, gula dan lain sebagainya.
“Tujuan dari TPS Doorprize ini, ya agar warga bersemangat untuk ikut menggunakan hak suaranya. Ini bukan untuk memaksa warga memilih calon tertentu, tapi ini murni untuk menarik minat warga datang ke TPS, soal pilihan itu terserah masing-masing,” kata Ketua PPS TPS 44 Muhammad Chudori singkat.
Seperti diketahui, pada Pilpres 2014 ini, dua kandidat  bertarung memperebutkan kursi RI 1 dan 2, yaitu pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) . [geh]

Tags: