Hajatan Saat PPKM Diperlonggar, Seniman Temui Bupati

Sebanyak 20 orang perwakilan pekerja seni se Kabupaten Madiun bersilaturahmi dengan Bupati Madiun di Pendopo Muda Graha, Minggu (14/3). Bupati Madiun, H Ahmad Dawami (tengah) menjelaskan secara rinci isi Surat Edaran (SE) perpanjangan kedua PPKM berbasis mikro. [sudarno]

Kegiatan Kemasyarakatan Diizinkan dengan Ketentuan Tertentu
Kabupaten Madiun, Bhirawa
Sebanyak 20 orang perwakilan pekerja seni se Kabupaten Madiun bersilaturahmi dengan Bupati Madiun di Pendopo Muda Graha, Minggu (14/3). Dalam pertemuan ini, Bupati Madiun menjelaskan secara rinci terkait Surat Edaran (SE) perpanjangan kedua PPKM berbasis mikro. Dalam SE dijelaskan kegiatan kemasyarakatan diizinkan dengan ketentuan tertentu.
“Bupati telah mengeluarkan SE agar kami bisa kembali bekerja dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes),” ungkap Sudarsono, salah satu pemilik persewaan sound dan alat pesta.
Dalam kesempatan ini, para pekerja seni juga mempertanyakan terkait hiburan yang tidak dibahas secara detail dalam SE dan kurangnya sosialisasi ke desa.
Bupati Madiun, H Ahmad Dawami menjelaskan, hiburan sudah melekat dengan hajatan, sehingga tidak perlu dijelaskan detail dalam SE. ”Kami hanya mengatur Prokes dan kerumunan. Sedangakan izin risiko dari hiburan menjadi kewenangan Polsek karena mereka yang bisa mengidentifikasi potensi konflik,” jelasnya.
SE diterbitkan Jumat (12/3) lalu karena menunggu Instruksi Mendagri, SE Gubernur dan daerah sekitar Kabupaten Madiun, yang lebih dahulu menerapkan perpanjangan PPKM mikro. Lantaran terkait pandemi Covid 19, daerah tidak dapat menangani sendirian.
Sementara perihal sosialisasi, lanjut Bupati, ada beberapa desa yang mungkin belum memahami SE secara mendalam. Hal ini akan ditindaklanjuti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Bupati berharap kelonggaran ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga Rukun Tetangga (RT).
“Selalu jaga diri masing – masing dengan tetap melaksanakan Prokes. Agar perjalanan Kabupaten Madiun yang berawal dari zona merah hingga hari ini menjadi orange, dapat segera mencapai zona kuning,” pesannya. Bersama jajaran Forkompimda, dirinya bertekad untuk terus mengawasi semua kegiatan.
Dari 206 desa/kelurahan di Kabupaten Madiun, sejumlah 155 desa/kelurahan berada di zona hijau. Sedangkan 51 desa yang lain masih di zona kuning. Artinya, sebanyak 98,4% berzona hijau dan 1,66% berzona kuning. Sedangkan zonasi di tingkat RT, terdapat 77 RT berzona kuning yang tersebar di 52 desa dan 4.768 RT yang berzona hijau. [dar]

Tags: