Harga BBM Nasional Berpeluang Turun Lagi

8-bbmJakarta, Bhirawa
Pemerintah berpeluang kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Febuari 2015 sekalipun baru saja menurunkan harga pada awal tahun 2015.
“Besar kemungkinan, kita akan turunkan lagi harga BBM, tapi tunggu akhir bulan,” kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Rabu (7/1) kemarin.
Ia mengatakan bahwa pemerintah masih menghitung harga yang tepat karena masih ditentukan berdasarkan harga rata-rata pada 25 Desember 2014 sampai 24 Januari 2015 serta kurs mata uang.
Sebelumnya, Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB menyusul penurunan harga minyak dunia.
Harga premium turun menjadi Rp7.600 per liter dan solar Rp7.250 per liter dari semula Rp8.500 dan solar Rp7.500. Kedua jenis BBM tersebut baru 18 November 2014 mengalami kenaikan dari sebelumnya premium Rp6.500 dan solar Rp5.500 per liter.
Pada kesempatan itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan sesuai kebijakan yang tertuang dalam peraturan pemerintah tersebut juga diputuskan harga BBM akan dievaluasi setiap bulan.
Harga BBM 1 Januari 2015, asumsi yang dipakai adalah harga minyak 60 dolar AS per barel dan kurs Rp12.380 per dolar. Asumsi tersebut berdasarkan perhitungan periode 25 November 2014 hingga 24 Desember 2014.
Bisa Enam Bulan
Tim Reformasi Tata Kelola Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menyatakan penghapusan bensin dengan angka oktan 88 bisa dilakukan dalam enam bulan ke depan.
Ketua Tim Faisal Basri di Jakarta, Rabu, mengatakan dengan demikian, dalam enam bulan ke depan seluruh SPBU sudah menjual bensin RON 92.
“Kami harapkan dalam enam bulan sudah RON 92 semua,” katanya.
Menurut dia, perubahan penjualan RON 88 ke 92 di SPBU tidak menyalahi aturan.  Dalam Perpres No 191 Tahun 2014, hanya menyebutkan minimum bensin RON 88.”Artinya, RON 92 boleh,” katanya.
Ia juga mengatakan rekomendasi pemerintah yang menginginkan perubahan bensin RON 88 ke 92 dalam dua tahun merupakan target maksimum.
“Kami mendorong agar enam bulan selesai,” ujarnya.
Faisal menambahkan, kilang PT Pertamina (Persero) bisa merubah produksi bensin RON 88 ke 92 tanpa menambah fasilitas. Kilang Pertamina, lanjutnya, bisa segera memproduksi bensin RON 92 dengan menambahkan “methyl tertiary butyl ether” (MTBE) pada pertamax off.
“Prosesnya, tangki bensin RON 88 dikuras dahulu, baru dimasukkan RON 92 melalui pencampuran pertamax off dengan MTBE,” katanya.  [ant.ira]

Keterangan Foto : Menteri ESDM Sudirman Said (tengah) sedang berbincang dengan Menperin Saleh Husin (kiri) dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kanan) sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/1) kemarin.

Tags: