Harga Beras di Bojonegoro Terus Naik

salah satu pedagang beras di pasar kota Bojonegoro

salah satu pedagang beras di pasar kota Bojonegoro

Bojonegoro, Bhirawa
Sudah sebulan lebih harga beras di beberapa pasar Bojonegoro mengalami kenaikan. Kondisi ini diduga dipicu oleh semakin tipisnya stok beras di Tuban dan daeraih lainnya.
Demikian diungkapkan oleh pedagang beras di Pasar kota Bojonegoro. Yanto, salah satu pedagang beras, menyebutkan beras terus mengalami kenaikan setiap minggunya.
“Beras naik terus nih. Seminggu aja kemarin naik Rp 200 per kilo. Jadinya, yang tadinya beras premium semula Rp 8.800 jadi Rp 9.000. Itu terus naik udah sebulanan ini,” kata Yanto warga Sukorejo kepada Bhirawa, Minggu (22/11).
Menurutnya, hal tersebut, disebabkan panen tanaman padi kemarau produksi lokal, juga Tuban, sudah hampir habis. Selain itu, kata Yanto, beras bulog yang dijanjikan pemerintah untuk mengendalikan harga pun turunnya sedikit sekali. ” Kenaikan harga beras bisa mencapai Rp 500 per kilogram selama tanaman padi musim hujan belum panen,” ujarnya.
Ia menyebutkan panen tanaman padi musim hujan baik lokal maupun di Tuban, bahkan juga di daerah lainnya di Jatim, baru akan berlangsung berkisar 3 sampai 4 bulan lagi. Di pasar setempat, harga beras kualitas premium yang semula sekitar Rp 8.800 per kilogram, naik menjadi Rp 9.000 per kilogram. Harga beras jatah warga miskin, yang semula Rp 7.000 per kilogram, naik menjadi Rp 7.200 per kilogram.
“Tapi harga beras kualitas super produksi Tuban, juga Bojonegoro, masih tetap stabil belum naik, dengan harga mulai Rp 9.500 sampai Rp 10.500 per kilogram,” kata Yanto menegaskan.
Seorang pedagang beras lainnya, Yuli mengaku sudah mulai kesulitan memperoleh beras panenan baru, karena stok beras di penggilingan padi di daerah setempat, juga Tuban, sudah menipis.
“Ia biasanya bisa memperoleh beras rata-rata dari pedagang di pedesaan sekitar 8 ton per hari, tapi sekarang rata-rata hanya mampu memperoleh berkisar 2-3 ton per hari,” tuturnya.
Selain itu, harga jagung juga mengalami kenaikan yang cukup tajam, sejak sepekan terakhir.   ” Kenaikan harga jagung juga karena panen di kawasan hutan di Tuban dan Bojonegoro, mulai menipis,” ucapnya.
Harga jagung putih yang biasanya Rp 4.200 per kilogram naik menjadi Rp 4.800 per kilogram dan jagung kuning yang biasanya Rp 4.000 per kilogram, juga naik menjadi Rp4.400/kilogram. ” Permintaan jagung dari luar kota terus meningkat, sehingga saya kesulitan melayani, karena stok jagung semakin menipis,” pungkasnya.
Para pembeli beras yang membeli ke kios Halim juga kerap mengeluh dengan kenaikan harga ini. ” Yang beli juga jadinya pada nawar pengen harga yang semula,” ujarnya. [bas]

Rate this article!
Tags: