Harga Daging Sapi Masih Mahal

Seorang pedagang daging sapi sedang menjajakan dagangannya dipasar Bojonegoro. [bas/bhirawa]

Seorang pedagang daging sapi sedang menjajakan dagangannya dipasar Bojonegoro. [bas/bhirawa]

Bojonegoro, Bhirawa
Pedagang dan konsumen daging sapi di Medan mengeluh lantaran harga daging sapi bertahan mahal dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini harganya sudah mencapai Rp98 ribu per kilogram. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu mengatakan, mahalnya harga daging sapi tersebut adalah hal yang bagus.
Sebab, mahalnya harga tersebut bisa membuat peternak untung. “Kalau harga sapi mahal, peternak pasti yang untung,” jelasnya.
Namun, pihaknya akan tetap berusaha menekan agar harga daging supaya tidak terlalu mahal. Sehingga masyarakat tidak sulit membelinya. ” Jika turun juga jangan sampai membuat peternak merugi,” jelasnya.
Catur menjelaskan, saat ini biaya pemeliharaan sapi juga tudak murah. Sehingga, wajar jika harga daging sapi saat ini cukup mahal. “Saat ini pengusaha makakan seperti bakso sudah pintar. Banyak dari mereka yang mencampur daging sapi dengan daging ayam. Agar tidak terdampak mahalnya harga daging sapi,” ujarnya.
Pedagang dan konsumen daging sapi di Medan mengeluh lantaran harga daging sapi bertahan mahal dalam beberapa pekan terakhir.
Muhammad Ali, seorang pedagang di Pusat Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, harga daging sapi saat ini masih cukup mahal. Sejauh ini, pedagang sama sekali tak kesulitan mendapat pasokan. Bahkan hal tersebut sudah terjadi sejak empat  bulan lalu. “Harga daging sapi saat ini mulai Rp75 ribu hingga Rp98 ribu per kilogram tergantung kualitasnya,” jelasnya.
Mahalnya harga daging tersebut memang dikeluhkan pembeli. Namun tidak sampai mempengaruhi penjualan. ” Pembeli masih tetap banyak, mayoritas pedagang,” ujarnya.
Dia  tidak mengetahui penyebab mahalnya harga daging sapi. Namun, mahalnya harga sapi tersebut bukan disebabkan pasokan yang minim. “Kalau pasokan daging dari penjagal banyak. Ya mungkin karena biaya perawatan sapi saat ini mahal, ” ujarnya. [bas]

Rate this article!
Tags: