Harga Jual Naik, Penjualan Turun

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Dampak kenaikan BBM berimbas pada penjualan rumah kelas menengah (dibawah harga Rp1 miliar), beberapa pengembang mengeluh karena harga jual rumah naik, tapi penjualan mengalami penurunan drastis karena masyarakat merasa tidak mampu untuk membelinya.
Menurut Samuel Laksono, Marketing Director Damai Group yang menjadi pengelola perumah Taman Intan dan Gresik Kota Baru mengungkapkan, kenaikan harga tersebut memang memberatkan bagi masyarakat yang hendak memiliki rumah. Lantaran harganya yang mulai merangkak naik sebesar 25% , saat menjelang akhir Bulan November, dan omzet penjualan pada triwulan menjelang akhir tahun memang mengalami penurunan.
“Dampak kenaikan dari beberapa hal tersebut memang sangat terasa. Sehingga keinginan masyarakat untuk memiliki rumah memang sedikit terpengaruh. Masyarakat harus menambah anggaran untuk membeli rumah dengan kelas menengah, karena daya beli yang mengalami penurunan. Tapi diharapkan pada tahun 2015 dapat kembali normal, meskipun tidak sebagus pada tahun 2013 dan 2014,” ujar pria berkacamata itu.
Sementara itu Direktur Marketing Intiland Harto Laksono selain ketiga hal tersebut yang menjadi pemicu, bahan bangunan juga ikut naik. Sehingga biaya untuk membangun rumah juga ikut mengalami pembengkakan.
” Kedepannya akan ada penyesuaian harga pada pertengahan Desember 2014. Sehingga pengembang pun tidak mengalami kerugian.  Sedangkan untuk rumah kelas menengah kebawah, harganya masih relatif stabil meskipun permintaan untuk rumah kelas menengah kebawah terus mengalami kenaikan, namun sudah tidak seperti tahun kemarin” ujar Harto.
Dia menambahkan, harga lahan pun sudah mulai naik meskipun sudah berada kawasan pinggir Kota Surabaya, tepatnya di Surabaya Barat. Sebelumnya harga lahan sekitar Rp9 juta-Rp10 juta/m2, kini sudah mencapai Rp12 juta/m2.
“Meskipun kebanyakan bahan bangunan yang kami gunakan adalah lokal, tapi harganya juga naik. Biaya bahan bangunan ini menyerap 3% dari harga jual rumah, dan BBM menyerap 3%-4% nya,” tutupnya. [wil]

Rate this article!
Tags: