Harga Sembako di Sidoarjo Kembali Turun

5-kiri-1Sidoarjo, Bhirawa
Kenaikan harga BBM tak bisa dipungkiri mempengaruhi harga Sembako. Saat harga premium naik menjadi Rp8.600 per liter, semua harga Sembako di Kab Sidoarjo ikut naik. Kini setelah harga premium turun menjadi Rp6.600 per liter, harga sembako yang terpantau di empat pasar tradisional besar di Sidoarjo itu  juga kembali normal.
”Semuanya tak lepas karena transportasi, biaya angkutan turun, harga sembako juga ikut turun, kini harga sudah standar lagi,” ujar Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Diskoperindag Sidoarjo, Listyaningsih, saat dihubungi Minggu (25/1) kemarin.
Diakui Lis-panggilan akrab Listyaningsih, komoditi yang paling parah kenaikan harganya akibat BBM naik saat itu, adalah harga telur ayam ras, dari harga Rp21 ribu naik sampai Rp28 ribu. Setelah BBM turun, kini harganya kembali normal Rp21 ribu per kilo.
Selain itu juga harga cabe rawit, kenaikan harga sempat melonjak sampai Rp100 ribu per kg. Kini sudah kembali normal jadi sekitar Rp40 ribuan per kg. Lainnya, untuk sayur mayur, harga kol semula Rp7 ribu turun lagi jadi Rp6 ribu. Harga kentang semula Rp12 rbu jadi Rp11 ribu, tomat semula Rp5 ribu turun Rp4 ribu. Sementara pada biaya angkutan umum, dari Sidoarjo ke Gempol, Pasuruan, semula naik Rp6 ribu kini kembali jadi Rp5 ribu. [ali]

Keterangan Foto : Harga cabe rawit di Sidoarjo sempat melonjak sampai Rp100 ribu per kg, kini setelah harga BBM turun harganya kembali normal. [alikusyanto/bhirawa]

Tags: