Hari Ini Kejati Jatim Ungkap Semua Tersangka Korupsi

karikatur korupsi (1)Kejati Jatim, Bhirawa
Janji Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim untuk membeberkan pengusutan kasus korupsi beserta tersangkanya di tahun 2015, bakal diwujudkan pada Rabu (14/1) hari ini. Ekspose penanganan kasus korupsi dan tersangkangnya, merupakan perintah dari Kepala Kejati (Kajati) Jatim Elvis Johnny.
Senada dengan orang nomor satu di Kejati Jatim ini, Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto juga membenarkan hal itu. Dikatakannya, setelah melakukan serah terima jabatan (sertijab) kepada Kajari dan bagian TU, pimpinan (Kajati, red) akan melakukan ekspose terkait perkembangan penanganan kasus korupsi dan tersangkanya.
Dalam kesempatan yang sama, lanjut Romy, nantinya dua Kejari di Surabaya bakal mengekspose penanganan kasus korupsi di wilayah masing-masing. “Setelah sertijab Kajari dan bagian TU, Kajati akan membeberkan penanganan kasus korupsi di Kejati Jatim. Kemungkinan juga bakal mengungkap tersangka-tersangka korupsi,” terang Romy Arizyanto kepada Bhirawa, Selasa (13/1).
Disinggung terkait adakah penetapan terhadap tersangka dugaan pungli teras SPBU, Jaksa asal Jambi ini enggan mengomentari hal itu. Menurutnya, penetapan dan ekspose tersangka merupakan kewenangan dari Kajati Jatim. Namun, Ia mengaku tidak menutup kemungkinan apabila Kajati juga membeberkan siapa tersangka dugaan pungli tera SPBU.
“Kemungkinan tersangka SPBU bakal diungkap oleh pimpinan (Kajati, red). Tunggu hasil dan omongan langsung dari Kajati,” ungkap Romy.
Terpisah, Kasitut Kejati Jatim Dandeni menjelaskan, penetapan tersangka harus menunggu persetujuan dari Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Febry Adriyansah. Sebab, Ia mengaku tidak berhak dalam menetapkan siapa tersangka dugaan pungli tera SPBU. “Kamis besok Aspidsus baru masuk. Jadi, nunggu yang bersangkutan, sehingga bisa diketahui siapa tersangkanya,” kata Jaksa asal Garut ini.
Mengenai kewenangan penetapan tersangka apakah dari Aspidsus atau Kajati Jatim, Romy menegaskan bahwa yang berhak menetapkan tersangka adalah Kajati Jatim. Memang yang andil dan berperan dalam pengusutan kasus korupsi adalah Aspidsus beserta jajarannya. Namun, penetapan tersangka ada ditangan Kajati Jatim.
“Penetapan tersangka ada ditangan Kajati Jatim. Sebab, beliau yang memegang persetujuan terkait siapa yang berhak dijadikan tersangka,” tegas Romy.
Sebelumnya, para penyidik pidana khusus (Pidsus) di Kejaksaan se-Jawa Timur sedang sibuk menuntaskan pengusutan kasus korupsi yang sedang ditangani masing-masing. Termasuk Pidsus Kejati Jatim, Kejari Surabaya, dan Kejari Tanjung Perak.Ini karena Kajati Jatim Elvis Johnny mengeluarkan perintah agar semua penyidik kejaksaan melaporkan hasil peningkatan pengusutan perkara korupsi pada pertengahan Januari 2015.
Di Kejari Surabaya, saat ini penyidiknya sedang berupaya mengembangkan perkara kasus korupsi penyelewengan dana kompensasi pembebasan lahan MERR-II C. Selain para tersangka yang sekarang sudah menjadi terdakwa dan menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Pidsus Kejari Surabaya berancang-ancang menetapkan tersangka lain dalam perkara pembebasan lahan di Gununganyar, Surabaya itu.
Dijelaskan Kajari Surabaya Tomo Sitepu, sejumlah alat bukti sidang dikantongi, untuk menetapkan para tersangka baru. Sayangnya, Tomo enggan menyebutkan siapa-siapa calon tersangka itu. Lagi-lagi dia menyebut bahwa semua akan dibeber di Kejati Jatim, Rabu (14/1/2015) nanti. “Tunggu saja ekspose di Kejati Jatim,” katanya. [bed]

Tags: