Hari Jadi Pasuruan, Pelajar Dikhitan Gratis

Sekda Kota Pasuruan, H Bahrul Ulum saat memberikan santuan terhadap anak yatim piatu di acara khitan massal gratis oleh Pemkot Pasuruan, Rabu (26/2).

Pasuruan, Bhirawa
Teriakan dan tangis sebanyak 50 pelajar dan 30 anak yatim terdengar dari halaman PDAM Kota Pasuruan, Rabu (26/2). Suara jeritan dibarengi tangisan itu berasal dari peserta khitan massal yang digelar oleh Pemkot Pasuruan.
Namun, teriakan dan jeritan itu hanya dari sebagian peserta yang takut dikhitan. Kebanyakan dari mereka hanya diam saat di khitan. Khitan massal digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke 334. Selain itu, peserta khitan anak yatim mendapatkan uang saku sebesar Rp 334 ribu dan alat tulis sekolah.
Sedangkan, peserta khitan pelajar juga mendapatkan baju koko, sarung, kopyah dan perlengkapan lainnya. Acara khitan massal dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan, H Bahrul Ulum. “Kegiatan khitan massal gratis ini masih dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke-334,” tandas H Bahrul Ulum.
Ia pun menyemangati puluhan peserta khitan. Hal itu supaya peserta lebih berani. Terlebih, khitan sebuah langkah awal anak-anak melakukan ujian awal dalam agama islam untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi. “Tidak usah takut. Anak laki-laki itu harus berani. Khitan ini adalah ujian awal untuk anak-anak dalam sunah nabi,” kata Bahrul Ulum.
Salah satu peserta khitan, M Ikbal mengaku awalnya takut akan dikhitan. Namun, berkat bimbingan dari guru khitan akhirnya khitannya lancar. “Takut dan grogi dan sempat nangis mau pulang saja. Tapi, berkat wejangan guru di lokasi khitan, akhirnya sama sekali tak takut,” kata Ikbal.[hil]

Tags: