Hari Pertama SKD, Ratusan Peserta Absen

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan SKD dan Seleksi Kompetensi. Total peserta yang mengikuti SKD di Pemprov Jatim sebanyak 25.563 peserta. ist

Pemprov Jatim, Bhirawa
Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Pemprov Jatim mulai digelar kemarin, Selasa (14/9). Pada hari pertama tersebut, diketahui ratusan peserta batal hadir di lokasi ujian Graha Unesa Surabaya. Otomatis, mereka pun gugur kecuali yang telah terkonfirmasi dengan alasan tertentu.
Sejak sesi satu dimulai, tercatat sudah ada 102 peserta yang absen. Di antaranya satu orang terkonfirmasi Covid-19. Selanjutnya pada sesi II terdapat 80 peserta absen dengan catatan delapan hamil dan satu pasca operasi.
Di sesi akhir, 74 peserta absen dengan catatan 5 hamil, 1 pasca operasi dan 1 orang Covid-19. Total, di hari pertama pelaksanaan ujian terdapat 256 peserta batal hadir. Mereka yang telah melapor karena berhalangan hadir, akan dilakukan penjadwalan ulang ujian. Sementara yang absen tanpa keterangan otomatis gugur.
Pada hari pertama SKD, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan SKD dan Seleksi Kompetensi tersebut. Total peserta yang mengikuti SKD di Pemprov Jatim tersebut sebanyak 25.563 peserta yang terdiri dari peserta CPNS sebanyak 24.529 peserta PPPK Non Guru sebanyak 1.034 peserta. Untuk peserta CPNS terbagi menjadi 23.158 orang pelamar umum, 17 disabilitas, dan 34 cumlaude.
Waktu pelaksanaan untuk SKD CPNS dimulai dari tanggal 14 September – 5 Oktober. Sedangkan Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru akan dimulai 6 Oktober. Sedangkan untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Guru Tahap 1 dilaksanakan pada tanggal 13-17 September 2021 dan bertempat di SMA/SMK Kabupaten/Kota.
Pelaksanaan tes di Graha Unesa dari tangal 14 September – 6 Oktober ini sendiri dibagi dalam tiga sesi (Sabtu-Kamis), dan dua sesi (khusus hari Jumat). Untuk pelaksanaan tiga sesi terbagi menjadi pukul 08.00, 11.00, dan 14.00. Sedangkan waktu pelaksanaan dua sesi terbagi menjadi pukul 08.00 dan 15.00.
Proses pelaksanaan SKD di Graha Unesa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dibuktikan dengan berbagai proses yang harus dilakukan oleh panitia dan peserta sebelum mengikuti tes tersebut.
Para peserta diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19 atau swab test Antigen/PCR, Formulir Deklarasi Sehat, serta vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.
Untuk panitia juga dilakukan tes swab antigen/PCR secara berkala. Kemudian saat di lokasi, baik peserta maupun panitia dilakukan pengecekan suhu tubuh. Wajib memakai masker dan direkomendasikan memakai face shield, serta wajib cuci tangan pakai sabun. Peserta juga diminta menjaga jarak saat antrean.
Penataan meja tempat pelaksanaan tes secara Computer Assisted Test (CAT) juga diatur sedemikian rupa sehingga berjarak antar satu peserta dengan yang lain. Panitia juga rutin melakukan disinfeksi baik di kursi, meja, komputer dan ruangan tes sebelum dimulai tes di tiap sesinya. Bagi peserta yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius, panitia menyediakan bilik khusus dan terpisah dengan peserta lain.
Saat meninjau alur dan tahapan pelaksanaan SKD CPNS, Khofifah menyapa dan berinteraksi dengan para peserta sembari memberikan semangat dan motivasinya. Ia berharap seluruh peserta dapat mengerjakan seluruh soal dan tahapan dengan baik sehingga dapat bergabung menjadi ASN di Pemprov Jatim. “Untuk adik-adik semua yang akan mengikuti tes semoga diberikan ketenangan, kemudahan, kelancaran dalam mengerjakan soal dan hasil yang terbaik. Semoga niat adik-adik untuk bergabung bersama kami di Pemprov Jatim mendapatkan ridho dari Allah SWT,” katanya.
Tidak hanya itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga memberikan apresiasinya kepada para peserta yang telah memilih untuk mendedikasikan dirinya membangun Jatim ke depan melalui jalur pengabdian ASN. Menurutnya para peserta telah memiliki niat untuk mencurahkan segala energi positifnya untuk membangun negeri ini melalui Pemprov Jatim dan berharap mereka jadi pioneer pembangunan Indonesia dari Jatim.
“Semangat dari Bumi Majapahit menjadikan Jatim menjadi provinsi terdepan di Indonesia. Kemajuan Jatim di masa depan sangat bergantung kepada para calon abdi negara seperti kalian semua. Adik-adik inilah yang akan menjadi motor penggerak atau pioneer dari kemajuan Jatim di masa yang akan datang,” terangnya.
Khofifah mengingatkan para peserta untuk fokus dalam mengerjakan soal dan tidak percaya dengan isu-isu atau kabar kepada pihak-pihak yang menjanjikan dapat meloloskan dalam proses seleksi ini, termasuk soal joki dan lainnya.
Menurutnya, semua proses dilakukan secara online dan transparan. “Seluruh tahapan proses pelaksanaan seleksi ASN ini dilakukan secara online dan transparan. Bahkan hasil atau nilai tes juga langsung keluar setelahnya dan peserta juga dapat langsung mengakses atau memantau langsung. Jadi peserta jangan sekali-kali percaya dengan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan dapat meloloskan tes dan sebagainya,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya Heru Purwaka mengatakan jumlah peserta sesi pertama yang hadir sekitar 78 persen. Menurutnya dari jumlah komputer yang disediakan 400 unit, yang tidak hadir sebanyak 102 peserta.
“Ada satu dinyatakan positif Covid-19. Kemudian 5 peserta dalam kondisi hamil, sehingga harus dipisah dengan fasilitas khusus. Untuk yang Covid-19 ini akan dijadwalkan ulang, pelaksanaan SKD ini kan selama 22 hari, jadi dijadwalkan selama digelarnya SKD ini,” jelasnya.
Heru mengatakan mudah-mudahan calon ASN ini bisa terpilih secara profesional dan berintegritas. Ia menambahkan kalau ada oknum yang menjanjikan lolos artinya penipuan. “Yang bisa menentukan lolos atau tidak adalah peserta itu sendiri,” pungkasnya. [tam]

Tags: