Hari Santri, Jember Awali Workshop Santripeneurship

Jember, Bhirawa
Rangkaian Hari Santri di Kab. Jember yang sebenarnya jatuh pada 20 oktober 2017 nanti, diawali dengan kegiatan seminar dan work shop “Santri Hebat, Santripreneurship” di Pondok Pesantren Annuriyyah, Kaliwining Rambipuji. Dalam kegiatan ini, diisi oleh sejumlah pelatihan tentang santripreuneur yakni mencetak santri menjadi mandiri secara ekonomi.
Acara yang dihadiri oleh Deputi Komisioner Pengawas Otoritas Jasa Keuangan Pusat (OJK) Dumoly F Pardede dan Pengusaha dan Politikus Ruhut ‘Poltak’ Sitompul diikuti perwakilan santri dan pesantren se-Jember dan Lumajang ini.
Dalam kesempatan itu, Dumoly F Pardede mengatakan jika banyak kesempatan bagi masyarakat termasuk kaum santri untuk mendapatkan kemandirian terutama ekonomi. Dimana salah satunya akses kepada lembaga keuangan.
“OJK mendorong masyarakat membentuk kelompok usaha agar bisa mendapatkan akses keuangan, termasuk pesantren. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian pondok dan kuluarga,” jelas Dumoly.
Menurut Dumoly, masyarakat bisa membentuk wadah baik berupa koperasi ataupun kelompok usaha dengan kegiatan yang kongkrit. “Unit usaha masyarakat yang kredibel perbankan tidak akan ragu untuk memberikan tambahan bantuan permodalan usaha,” ujarnya.
Apalagi, tugas ojk untuk mempertemukan antara masyarakat yang membutuhkan modal dengan industri keuangan yang akan menyalurkan permodalan kepada masyarakat. Dirinya mengatakan peningkatan perekonomian masyarakat tidak hanya dilakukan OJK tetapi juga butuh dorongan dari pemerintah daerah.
“Makanya Menteri Dalam Negeri mengintruksikan setiap daerah membentuk TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah). TPAKD inilah yang nantinya bertugas menyusun progam-progam percepatan akses keuangan kepada masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah,” katanya pula.
Sementara itu, Ruhut Sitompul kemarin memberikan semangat kepada peserta utamanya pesantren untuk bisa berwirausaha.
“Modal kemandirian (hidup) santri ini kuat. Tinggal diarahkan untuk usaha lah,” jelas pria yang akrab dipanggil Poltak ini. Dirinya mengatakan, jika memang kemandirian ekonomi sudah dicapai, maka akan lebih mudah untuk menciptakan kesuksesan-kesuksesan lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung Ketua Panitia Hari Santri Nasional, Ahmad Athoillah. Gus Ayik, panggilan akrabnya memberikan saran santri diharapkan tidak hanya mempelajari ilmu agama saja. “Tapi juga senantiasa berkreatifitas dan berinovasi, sehingga dapat bersaing di dunia global,” jelasnya.
Dirinya¬† menyampaikan salah satu tujuan rangkaian kegiatan hari santri ini adalah merubah mindsetsantri agar santri lebih berkreatifitas untuk menciptakan kader santri yang inovatif. Apalagi, mindset masyarakat sejauh ini masih memandang sebelah mata keberadaan santi dan pondok pesantren yang ada di Indonesia. “Padahal, diakuinya, banyak sekali kelebihan santri. Selain memiliki akhlaqul karimah, santri sejak dini dilatih untuk hidup mandiri,” jelasnya menambahkan.
Menurut Gus Ayik, modal awal kemandirian ditambah dengan kreatifitas dan inovasi, jebolan Ponpes dipastikan lebih bersinar. Sehingga santri nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan tidak bergantung kepada pihak lain.
Pihaknya pun mendorong kurikulum pembelajarannya pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama menyertakan pelatihan-pelatihan di bidang enterpreneurship. “Sehingga bisa menciptakan kader yang mandiri dan hebat,” jelasnya.
Setelah di Jember pihaknya melakukan road show di berbagai daerah di Indonesia.”Puncak peringatan Hari Santri Nasional akan digelar di Kota Bandung pada tanggal 23 oktober mendatang,” pungkasnya.(efi)

Tags: