Hari Santri, Setnov Kunjungi Ponpes

Ketua DPP Partai Golkar, Setya Novanto saat menemui KH Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Ponpes Sidogiri, Kabupaten Pasuruan bersama M Misbakhun, anggota DPR RI, Minggu (22/10). Setnov juga menemui KH Nur Fuad, Pengasuh Ponpes Sidogiri lainnya serta meminta doa agar Partai Golkar memenangi Pemilu dan Pilgub Jatim dengan mengusung Khofifah. [Hilmi Husain]

Diduga Bawa Misi Menangkan Khofifah
Pasuruan, Bhirawa
Momentum Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober dimanfaatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) untuk mendekati santri dan kalangan pondok pesantren (Ponpes).
Hal itu dibuktikan dengan kedatangan Setnov ke sejumlah Ponpes di Jatim. Yakni Ponpes Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Minggu (22/10).
Tak hanya itu, kedatangan Setnov juga sangat kental beraromakan dalam memenangkan Khofifah Indar Parawansa yang secara resmi diajukan oleh Partai Golkar untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang.
Setnov dalam kunjungannya, mendatangi satu-persatu pengasuh dan sesepuh pesantren Sidogiri. Pertama mengunjungi KH Nur Fuad, Wakil Pengasuh Sidogiri, selanjutnya ke KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Sidogiri dan KH Abdullah Siradj, wakil pengasuh Sidogiri.
Kunjungan dan kedatangan Setnov yang di dampingi M Misbakhun serta seorang Fungsionaris DPD Partai Golkar Jatim, tersebut terkesan diam. Bahkan, kunjungan ke para pengasuh Pesantren Sidogiri tersebut juga tak terlalu lama.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, Udik Djanuantoro menolak saat dikonfirmasi kedatangan dan kunjungan Setnov ke pesantren itu untuk memenangkan Khofifah Indar Parawansa yang resmi telah diajukan oleh Partai Golkar untuk maju dalam Pilgub mendatang.
Menurutnya, kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto hanya bersilaturrahmi sekaligus peringatan Hari Santri yang kebetulan tanggalnya selisih 2 hari dengan HUT Partai Golkar pada 20 Oktober lalu.
“Kedatangan beliau bersilaturrahmi dalam rangka HUT Partai Golkar pada 20 Oktober. Karena hari ini merupakan peringatan Hari Santri, beliau berkunjung serta bersilaturahmi ke para pengasuh pesantren Sidogiri. Karena, santri identik dengan pesantren,” ujar Udik Djanuantoro.
Udik menambahkan, kunjungan Setnov juga terkait dengan upaya Partai Golkar merangkul ulama. Tujuannya agar perolehan suara dalam Pemilu 2019 nanti semakin meningkat.  “Santri merupakan bagian dari rakyat yang keberadaannya harus diperhitungkan. Jargon Golkar Suara Rakyat. Sehingga santri itu juga bagian dari rakyat. Untuk itu, semua harus di dekati untuk merangkul para tokoh agama serta pengasuh pesantren,” tambah Udik Djanuantoro.
Usai kunjungannya ke pengasuh dan para sesepuh Pesantren Sidogiri, Setnov mendatangi Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan untuk mengikuti tasyakuran HUT Golkar ke 53. Selanjutnya, Setnov berserta sejumlah pengiringnya melanjutkan kunjungannya ke Pesanten Genggong di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo yang diasuh KH Mutawakkil Alallah.
Sementara itu ribuan santri dari seluruh penjuru Kabupaten Bojonegoro sejak pagi mulai memadati alun alun Bojonegoro untuk mengikuti upacara peringatan hari santri nasional tahun 2017 yang mengusung tema ” Wajah Pesantren Wajah Indonesia “.
Bertindak selaku komandan upacara Said Edy Wibowo Guru MAN Padangan dengan inspektur Upacara Bupati Bojonegoro. Rangkaian upacara hari santri diawal dengan pembacaan teks pembukaan UUD 1945 oleh Abdul Djalil Guru SMAN 1 Bojonegoro. Pembacaan ikrar santri oleh Moch Haris Kepala KUA . Juga pembacaan resolusi jihad oleh Drs Mariyadi Guru PAIS.
Peringatan Hari Santri tahun ini tampak semarak dengan kehadiran ribuan peserta tak hanya itu juga ditampilkan kolosal yang bertajuk ” ayo mondok ” yang diperagakan oleh 650 santri dari pondok pesantren Al Rosyid Bojonegoro.
KH Alamul Huda dalam laporannya selaku ketua penyelenggara menjelaskan, hari santri nasional adalah milik Bangsa Indonesia, karena diperingati oleh seluruh santri. Untuk Kabupaten Bojonegoro peringatan hari santri juga digelar tiap tiap kecamatan.
Dirinya merasa bahagia karena semangat santri Bojonegoro adalah jiwa kesatria membela bangsa dan negara. ” Ketika dunia menawarkan perpecahan dan pertikaian, santri Bojonegoro siap mengubah menjadi keindahan,persatuan dan perdamaian,” ujarnya. [hil,bas]

Rate this article!
Tags: