Hasil Anev Operasi Ketupat Semeru 2022, Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022 Lancar

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta saat memimpin apel Konsolidasi Kamtibmas pasca Operasi Ketupat Semeru 2022 di lapangan Mapolda Jatim, Rabu (11/5).

Polda Jatim, Bhirawa
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta melaksanakan apel konsolidasi Kamtibmas pasca Operasi Ketupat Semeru 2022. Bertempat di lapangan apel Mapolda Jatim, Rabu (11/5), turut hadir Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim.
Pada apel yang diselingi dengan kegiatan Halal Bihalal dengan seluruh personel Polda Jatim ini, Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Jatim yang telah melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2022. Sehingga kondisi mudik dan balik Lebaran 2022 di Jatim bisa aman dan lancar.
“Terima kasih kepada semua personel Polda Jatim beserta jajaran sehingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H dapat berjalan dengan aman, lancar dan terkendali. Yang terpenting tidak terjadi kejadian yang menonjol,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.
Nico mengaku pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini bisa diklaim berjalan lebih lancar. Hal itu tak lepas dari penyiapan strategi-strategi untuk mengurai kemacetan. Sehingga menjadikan volume kendaraan saat arus mudik dan balik dapat terurai.
“Apa yang dilakukan personel jajaran Polda Jatim dalam mengurai kemacetan patut diapresiasi. Khususnya personel Ditlantas Polda Jatim beserta jajaran yang selalu aktif di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman menambahkan, tidak ada hambatan yang berarti pada angkutan mudik dan balik Lebaran 2022. Meski diakui beberapa titik terjadi kemacetan. “Alhamdulillah berjalan lancar. Memang terjadi kepadatan dibeberapa titik, tapi dalam waktu singkat terselsaikan. Dalam artian masyarakat Jatim mudik tahun ini dengan adanya tol yang tersambung Jakarta-Surabaya dinikmati pemudik,” terangnya.
Masih kata Latif, pada tahun ini volume arus mudik dan balik di Jatim hampir sama. Menurutnya perbedaan kendaraan yang keluar masuk di Jatim paling tinggi 60 sampai 40%. Sehingga keluar masuknya kendaraan berimbang. Dan perbedaanya selisih 21 ribu kendaraan yang kekuar masuk.
Begitu juga dilihat dari sektor wisata, sambung Latif, di tahun ini masyarakat dapat menikmati tempat-tempat wisata. Pengunjung terbanyak khususnya di Malang Raya, Bromo, Pasuruan maupun Banyuwangi berjalan dengan baik. “Ada kepadatan yang terjadi tapi tidak staknan. Jadi yang disebut kemacetan tidak ada, sebab sudah dapat diurai oleh petugas yang ada di lapangan,” pungkasnya.
Latif mengaku, dari data analisa dan evaluasi Operasi Ketupat Semeru 2022 tercatat untuk kecelakaan juga terjadi tren penurunan fatalitilty rate 50% dengan sebelum digelarnya Operasi Ketupat.
“Ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, yakni faktor kendaraan, faktor manusia, faktor jalan dan faktor alam. Dalam hal ini kecelakaan yang terjadi didominasi oleh roda empat,” pungkasnya. [bed.wwn]

Tags: