Hasil Pileg Tak Banyak Senangkan Caleg

Bupati Syahri Mulyo dan Ny Wiwik Syahri Mulyo saat menyalurkan hak suaranya di TPS 01 Kelurahan Kampung Dalem Kota Tulungagung kemarin.

Bupati Syahri Mulyo dan Ny Wiwik Syahri Mulyo saat menyalurkan hak suaranya di TPS 01 Kelurahan Kampung Dalem Kota Tulungagung kemarin.

(Caleg Gagal Terpilih Harus Kuat dan Jangan Putus Asa)
Tulungagung, Bhirawa
Calon legislatif (caleg) yang senang dengan hasi Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang hari pemungutan suaranya dilaksanakan Rabu (9/4) dipastikan tidak akan banyak jumlahnya. Hanya 10 persen dari semua caleg yang menjadi kontestan dalam Pileg 2014 yang bakal senang.
Demikian diungkapkan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE, seusai melakukan pencoblosan surat suara di TPS 01 Kelurahan Kampung Dalem Kota Tulungagung, Rabu (9/4). “Dari caleg DPRD Tulungagung yang jumlahnya sebanyak 537 orang yang bakal terpilih hanya 50 orang saja. Mereka yang terpilih tentu senang selebihnya tidak,” ujarnya.
Bupati Syahri yang kemarin ditemani istrinya, Ny Wiwik Syahri Mulyo, selanjutnya mengatakan bagi yang caleg yang gagal terpilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Mereka harus kuat dan jangan sampai putus asa.
Namun demikian, diungkapkan Pemkab Tulungagung sudah menyediakan segala sesuatunya jika memang kemudian ada caleg yang tidak kuat menahan kesedihannya. Di antaranya dengan menyediakan RSUD dr Iskak sebagai tempat perawatan caleg yang mengalami gangguan kejiwaan.
“Sudah kami persiapkan ruang perawatannya. Tetapi kami berharap tidak ada caleg yang sampai dirawat disana. Semoga saja semua dapat menerima hasil Pileg 2014,” paparnya.
Menjawab pertanyaan, Bupati Syahri Mulyo belum bisa memastikan apakah caleg yang dirawat di RSUD dr Iskak akibat kekalahan dalam Pileg 2014 biaya perawatannya akan ditanggung Pemkab atau tidak. Menurutnya masalah teknis tersebut nanti masih akan dibahas dengan Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto SPb.
“Kalau memang ada caleg yang jatuh miskin dan kemudian dirawat di RSUD dr Iskak karena miskin tentu haknya akan sama dengan masyarakat miskin lainnya. Pemerintah kan menjamin bagi warga miskin untuk mendapat perawatan kesehatan gratis,” paparnya lagi.
Informasi yang diperoleh Bhirawa menyebutkan jumlah caleg untuk DPRD Tulungagung menyusut menjadi 536 orang. Ini karena satu orang di antara mereka meninggal dunia.
Menurut anggota KPU Tulungagung, Suyitno Arman SSos MSi, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran jika ada pemilih yang memilih nama caleg yang telah meninggal dunia, maka suaranya akan dihitung menjadi milik partai politik yang bersangkutan.
Sementara itu, pantauan Bhirawa di Kota Tulungagung saat berlangsungnya pemungutan suara berlangsung relatif aman dan lancar. Bahkan sejumlah ruas jalan utama perniagaan di kota berikon Marmer tersebut terlihat sepi saat pagi hari sekitar antara pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB. Banyak toko yang tutup, kalaupun buka mereka baru buka pada pukul 12.00 WIB.
Keadaan ini dimungkinkan karena kemarin merupakan hari yang diliburkan. Selain antusiasme warga Tulungagung juga cukup tinggi dalam melakukan pencoblosan surat suara di TPS. Seperti yang terlihat di TPS 23 Kelurahan Bago Kota Tulungagung. Dari jumlah DPT yang tercatat di TPS tersebut sejumlah 322 pemilih yang menggunakan hak suaranya mencapai 212 pemilih atau 65,8 persen. [wed]

Tags: