HCML di Tengah Pandemi Berkontribusi Amankan Pasokan Gas Nasional

HCML menjamin ketersediaan pasokan gas selama pandemi Covid-19.

Surabaya, Bhirawa
Pandemi Covid-19 yang masih belum juga berakhir, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) tetap menjalankan produksi gas dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Untuk itu HCML menjamin ketersediaan pasokan gas selama pandemi.

Manager Regional Office HCML, Hamim Tohari mengungkapkan dalam pengerjaan proyek lapangannya, HCML menerapkan protokol kesehatan dan pemahaman yang sama kepada semua pekerja dan pekerja kontraktor. Mereka selalu berkoordinasi dengan tim HSSE Dept. untuk mendapatkan pantauan medis. “Semua ini adalah wujud komitmen HCML untuk ikut berkontribusi dalam mengamankan pasokan gas nasional dalam masa sulit ini,” terangnya, Minggu (6/1).

Hamim menambahkan tak hanya tetap berproduksi dengan standar kesehatan yang ketat, HCML juga tetap menyalurkan CSR (Corporate Sosial Responsibility) ke sejumlah desa di sekitar wilayah kerja HCML di kawasan Sampang. “Program-program kemasyarakatan ini mencakup bidang-bidang yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” ujarnya.

Sementara itu HCML berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah setempat dalam mengembangkan masyarakat. “Kami akan selalu mendukung kemajuan daerah, terutama pada momentum hari jadi Kabupaten Sampang ke-397,” tandas Hamim.

Adapun dana partisipasi HCML merupakan wujud perhatian dan kepedulian itu. Diharapkan bisa membantu pemerintah Sampang dalam meningkatkan kesejahteraan warga di desa. “Untuk itu, HCML berharap agar dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dapat membantu kelancaran produksi gas bumi HCML di perairan Selat Madura ini,” katanya.

Seperti diketahui, dalam musim tertentu sering terjadi kesalahpahaman antara nelayan dan perusahaan, dimana dalam bulan-bulan tertentu, ada beberapa nelayan yang tetap berkegiatan di dalam radius terbatas dan terlarang di area lapangan migas, padahal hal ini sangat berbahaya bagi kegiatan operasi maupun nelayan apabila terjadi naiknya tekanan gas secara tiba-tiba. “Untuk itu, kedepan kami sangat mengharapkan dukungan dari segenap pemangku kepentingan untuk dapat memberikan pemahaman kepada nelayan terkait hal ini,” pungkas Hamim.[riq]

Tags: