Hearing Komisi di DPRD Gresik, Serapan Dinkes Masih Rendah

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad

Rapat hering komisi IV DPRD dengan Dinkes
Gresik, Bhirawa
Rapat hering komisi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), komisi IV DPRD denganDinas Kesehatan (Dinkes). Serapan anggaran selama triwulan I APBD Gresik 2021, masih rendah.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Mochammad mengatakan, bahwa dari pagu anggaran sebesar Rp337,07 miliar, triwulan I menargetkan serapannya sebesar Rp63,899 miliar. Namun, sejauh ini baru terserap Rp12,428 miliar.

“Dewan tidak mengusulkan untuk di-refocusing, anggaran di Dinkes untuk APBD 2021. Justru minta ada tambahan untuk kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes), kenapa serapan tidak sesuai,” ujarnya.

Perlu penjelasan secara rinci mengapa realisasi rendah, selanjutnya akan minta penjelasan realisasi belanja dan pendapatan Dinkes Gresik dalam APBD 2020. Untuk referensi ketika membahas LKPJ Pelaksanaan APBD tahun 2020.

Ditambahkan Mochammad politisi dari partai PKB, bahwa kita sudah minta agar serapan bisa maksimal. Terutama peruntukan Covid-19, juga kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai prioritas karena mereka di garda depan perjuangan. Dalam merawat pasien covid, juga melawan penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Gresik Saifuddin Ghozali mengatakan, bahwa khusus APBD 2021. Dinas Kesehatan mendapat tambahan sebesar Rp33,9 miliar setelah refocusing, yang digunakan untuk tambahan insentif nakes sebesar Rp15 miliar. Lalu, tim vaksinator sebesar Rp4 miliar dan klaim pelayanan sebesar Rp7,3 miliar. Kegiatan pencegahan penyakit (P2) untuk membeli mobil vaksin sebesar Rp2 miliar.

“Misalnya, RSUD Ibnu Sina ada pasien covid-19, bisa diklaim ke kami. Ada bebrapa item lainnya. Untuk gaji dan TTP dalam APBD 2021 selama triwulan I masih selisih Rp12 miliar. Karena TTP untuk nakes puskesmas belum dibayarkan, mereka harus mengikuti proses dalam aplikasi SIPANTAS,” ujarnya. [kim.adv]

Tags: