Hidupkan Konservasi dan Eduwisata Penyu, Unesa Gandeng KMKPW Pacitan

Tim Pengabdian Masyarakat Unesa dalam kegiatannya untuk melakukan konservasi penyu di Pantai Taman Desa Hadi Warno Pacitan.

Surabaya, Bhirawa
Bekerjasama dengan Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu dan Wisata (KMKPW) Pantai Taman Pacitan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghidupkan tempat konservasi penyu di Pacitan. Apalagi penyu merupakan spesies yang masuk dalam daftar merah spesies yang terancam punah (Red List of Threatened Species). Kegiatan tahun pertama ini dilakukan secara berkelanjutan sejak Bulan Juni hingga akhir Tahun 2020 mendatang.
Menurut Ketua PKM Unesa, Dhita Ayu Permata Sari, melalui Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unesa merancang kegiatan berkelanjutan telah disusun untuk tiga tahun kedepan. untuk memperbaiki dan mengelola Konservasi Penyu, sehingga dapat menjadi tujuan destinasi ekowisata edukasi penyu.
“Sebagai civitas akademik yang peduli terhadap lingkungan, kami merasa terpanggil untuk membantu pihak KMKPW dan bekerja sama untuk ikut melestarikan penyu dan habitatnya, terutama di Pantai Taman Pacitan,” tutur Dhita yang ahli dalam bidang pendidikan IPA.
Ahli biologi konservasi sekaligus Tim PKM Unesa, Sunu Kuntjoro menambahkan, pentingnya menjaga dan merawat penyu. Sebab, tidak semua pantai di Indonesia dijadikan tempat pendaratan penyu.
“Karena itu, bagaimana caranya lokasi pendaratan penyu di Pantai Taman Pacitan ini tetap harus dijaga. Dalam jangka panjang, karena hal ini berdampak pada lingkungan sekitar juga,” jabar dia.
Sunu menjelaskan, di tahun pertama hal yang dilakukan Tim PKM adalah menata lokasi konservasi penyu dengan mengelola sarana dan prasana di lokasi bersama pihak KMKPW Pantai Taman Pacitan. Penataan dilakukan untuk merancang kegiatan edukasi yang akan dilaksanakan di tahun kedua dan ketiga. Selain itu, Tim PKM juga melakukan pelatihan managemen keuangan sederhana bagi pihak pengelola KMKPW.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu rekan – rekan KMKPW dalam melestarikan penyu dan habitatnya di Pantai Taman Pacitan. Selain itu, konservasi penyu di Pantai Taman Pacitan dapat dikenal luas oleh masyarakat Pacitan khususnya, seluruh masyarakat Indonesia, dan memberikan edukasi pagi pengunjung dan masyarakat sekitar,” pungkas dia.
Sementara itu, Ketua KMKPW Pantai Taman Pacitan, Jumiran mengungkapkan banyak tantangan dan kendala yang dihadapi pengelola konservasi selama ini. Diantaranya tidak optimalnya sistem manajemen pemeliharaan dan perawatan konservasi penyu, belum adanya kegiatan eduwisata penyu yang terencana dengan baik, dan belum banyak yang mengetahui tentang konservasi penyu di daerah ini.
“Kebutuhan dana dalam pengelolaan penyu juga menjadi faktor penghambat pengembangan konservasi penyu di daerah ini. Pemasukan dana untuk mencukupi kebutuhan biasanya diperoleh dari bantuan pihak – pihak yang peduli terhadap keberadaan konservasi penyu dan tiket masuk dari pengunjung,” ujar dia.
Meski demikian, Jumiran mengatakan, pengelola KMKPW Pantai Taman Pacitan tidak akan menyerah demi kelestarian penyu dan habitatnya di Pantai Taman Pacitan.
Pantai Taman Desa Hadi Warno kabupaten Pacitan merupakan salah satu pantai yang digunakan sebagai tempat pendaratan penyu hijau untuk bertelur dan lokasi konservasi penyu. Sejak tahun 2015, konservasi penyu dirintis di daerah ini. [ina]

Tags: