Jalur Kereta Gantung Kota Batu Diperpendek

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kota Batu, bhirawa
Rencana pembangunan kereta gantung yang digagas oleh Pemerinta Kota (Pemkot) Batu bakal berubah, sebab jalur untuk kereta gantung akan diperpendek untuk menghindari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Sebelumnya ada dua pilihan yaitu mengambil rute Jatim Park – kampung wisata Kungkuk desa Punten Kecamatan Bumiaji, saat ini Walikota Batu Eddy Rumpoko memastikan jalurnya hanya Stadion Brantas – Kungkuk.
Menurut Eddy Rumpoko, pilihan jalur pendek tersebut karena terkendala jalur SUTET yang berdiri di tengah-tengan jalan Imam Bonjol yang memisahkan Jatim Park dengan Stadion Brantas.
Pilihan jalur pendek tersebut juga mempertimbangkan aspek pembiayaan.  Sebab kalau melewati SUTET, maka dibutuhkan biaya yang sangat tinggi. Belum lagi berfikir resiko keselamatan, jika harus melewati bentangan SUTET.
“Kalau ambil dibawah SUTET, maka posisinya terlalu rendah. Kalau jalur kereta gantung dibangun di atas SUTET, selain beresiko, juga terminalnya perlu agak jauh karena terlalu tinggi. Sehingga biayanya tentu sangat besar,” papar Eddy Rumpoko, Selasa (2/12).
Lebih lanjut dikatakan, dengan menempatkan terminal di Stadion Brantas, maka nantinya akan terintegrasi dengan Gedung Olah Raga (GOR) yang akan dibangun di lokasi tersebut.
“GOR yang akan kita bangun, selain dilengkapi dengan fasilitas pusat kuliner dan sarana olah raga, juga akan dipadukan dengan terminal kereta gantung,” tuturnya.
Saat ditanya, apakah pembiayaannya akan didanai APBD atau pinjaman dari pihak ketiga, ia menyatakan bahwa pembangunan kereta gantung akan dikerjasamakan dengan investor. Namun tidak sepenuhnya diserahkan investor, tetapi dengan jalan sharing.
“Ya nanti dikelola dengan cara sharing bagi hasil. Bisa saja pengelolaannya dilakukan swasta dan pemkot Batu mendapat bagi hasil keuntungannya. Tetapi bisa juga pengelolaannya dibentuk semacam korporasi pemerintah dengan pihak ketiga,” katanya.
Ditambahkan, pembangunan kereta gantung ini rencananya juga akan dibahas dengan dewan saat pembahasan APBD 2015. Karena SILPA tahun ini sangat besar, bisa saja ada yang dialokasikan untuk persiapan pembangunan kereta gantung. Sebab GOR juga dialokasikan dalam APBD 2015.
Pembangunan kereta gantung ini sudah dipromosikan dalam roadshow investmen di Kaltim beberapa waktu yang lalu. “Sudah ada pihak ketiga yang akan bekerja sama membangun kereta gantung. Namun masih kita bahas mekanisme kerja samanya. Yang jelas tahun depan kereta gantung akan dibangun,” tandasnya. [sup]

Tags: