Hindari Kerumunan, Bupati Sidoarjo Lantik 172 Kades dalam Tiga Sesi

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali sedang membacakan sumpah jabatan para Kades yang dilantik. [achmad suprayogi/bhirawa]

Pemkab Sidoarjo, Bhirawa
Usai menjalani pemilihan Pilkades di Wilayah Sidoarjo secara serentak, kini 172 Kades dilantik langsung oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali terbagi dalam tiga sesi.

Pertama sebanyak 58 Kades dan sesi kedua dan ketiga masing-masing 57 Kades. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kerumunan, karena masih dalam kondisi pandemi virus Covid 19.

Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor mengaku, sudah merencanakan percepatan perbaikan jalan rusak dengan melibatkan pemerintah desa.

Melalui anggaran BKK (Bantuan Keuangan Khusus). Kepala desa bisa melaksanakan pengecoran dengan sistem padat karya, karena Kades merupakan ujung tombak pembangunan ada di desa.

“Sudah masuk direncana kami, nanti bentuknya BK atau BKK, karena kami melihat sebenarnya ujung tombak pembangunan itu ada di desa termasuk juga penguatan BUMDes. Terkait dengan pengawasan anggaran, Muhdlor memastikan bahwa mekanisme pengawasan yang dimiliki sudah ada. “Mekanisme pengawasan sudah ada, tinggal diperkuat saja,” tegasnya, pada Rabu (3/3) kemarin.

Selain itu juga ada sejumlah Instruksi Bupati Sidoarjo kepada para kepala desa diantaranya, sinergitas penanganan covid-19, penyusunan RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Mendengah Desa) maksinal 3 bulan sudah selesai setelah pelantikan.

“RPJMDes baru sesuai dengan RPJMD dan RPJMD Kabupaten, Linier dengan RPJMD Provinsi sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Timur saat saya dilantik di Gedung Grahadi Surabaya,” ujar Gus Muhdlor.

Ia juga menekankan untuk tranparasansi dan akuntalibitas dalam mengelola anggaran, publik harus mengetahui anggaran yang dikelola pemerintah termasuk pemerintah desa. Minimal gelondongan anggaran yang sudah dikeluarkan untuk tahun itu, termasuk juga ada transparansi untuk perencanaannya.

“Kalau untuk pelaporan, saya harapkan minimal yang manual lewat papan billboard atau di spanduk itu ada, sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat,” harapnya. [ach]

Tags: