Hindari Penyalahgunaan, Dispendukcapil Kota Madiun Musnahkan KTP-el Invalid

Tampak puluhan KTP elektronik (KTP-el) rusak atau invalid dimusnahkan oleh petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dispendukcapil) Kota Madiun. Pemusnahan ini dilakukan setiap hari untuk menghindari penyalahgunaan. [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Puluhan KTP elektronik (KTP-el) rusak atau invalid dimusnahkan oleh petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dispendukcapil) Kota Madiun. Pemusnahan ini dilakukan setiap hari untuk menghindari penyalahgunaan.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Madiun Poedjo Soeprantio mengatakan, rata-rata per hari ada 50 KTP-el yang dimusnahkan.

“KTP yang ini dimusnahkan karena pemiliknya sudah mendapatkan yang baru atau karena meninggal dunia. Jadi sudah tidak terpakai,” katanya.

Dikatakannya, ada beberapa alasan warga berganti KTP. Misalnya, pindah alamat atau berganti status. Bisa juga karena foto di KTP sudah berbeda dengan wajah orang aslinya saat ini.

Menurut Poedjo, pemusnahan KTP-el rusak atau invalid ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el Rusak atau Invalid. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Kemudian, Dispendukcapil membuat berita acara pemusnahan.

Juga dijelaskan oleh Poedjo bahwa KTP yang sudah rusak atau invalid wajib dikembalikan ke Dispendukcapil untuk dilakukan pemusnahan. Hal ini sebagai upaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, menjadi senjata modus penipuan atau masih terdaftar dalam pemilihan umum.

Poedjo pun menambahkan, saat ini stok blangko KTP-el di Dispendukcapil lebih dari cukup. Untuk itu, proses perekaman masih terus berjalan. Termasuk pelayanan terhadap masyarakat yang tidak bisa datang langsung ke kantor Dispendukcapil karena sakit atau usia yang sudah sangat renta.

“Dari total penduduk wajib ber-KTP di Kota Madiun, ada sekitar 200 orang yang belum mempunyai KTP-el. Ini terus kami selesaikan. Agar seluruh masyarakat yang sudah wajib ber-KTP bisa memiliki kartu tanda kependudukan berbasis elektronik ini,”kata Poedjo. [dar]

Tags: