Honor GTT-PTT Kota Probolinggo di Bawah UMK

Pengurus PGRI Kota Probolinggo periode 2020-2025 siap perjuasngkan honor GTT. [wiwit agus pribadi]

Jadi Prioritas PGRI untuk Diperjuangkan Tahun 2021
Probolinggo, Bhirawa
Honor Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT) di Kota Probolinggo masih di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Bahkan, masih ada PTT yang mendapat honor Rp800 ribu per bulan. Permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Probolinggo.
“Kami akan memprioritaskan masalah honor guru honorer. Karena meski oleh pemerintah sudah dinaikan, tapi masih di bawah UMK Kota Probolinggo,” ungkap Ketua PGRI Kota Probolinggo, Slamet Zainul Arifin, Kamis (17/12)
Zainul menjelaskan, honor K2 memang sudah mencapai Rp1,2 juta per bulan, namun untuk PTT hanya Rp800 ribu per bulan. Ini masih jauh di bawah UMK Kota Probolinggo, yang kisaran Rp2,3 Juta. Sehingga hal ini harus terus diperjuangan.
Menurut Zainul, sejatinya honor GTT-PTT di Kota Probolinggo, telah dinaikkan sejak 2018. Per September 2018, honor K2 naik dari Rp600 ribu mernjadi Rp1,2 juta per bulan. Kemudian, pada 2019 disetujui DPRD agar honorer non-K2 yang semula Rp600 ribu per bulan naik menjadi Rp1 juta per bulan. Sedangkan, yang PTT naik dari Rp600 ribu menjadi Rp800 ribu per bulan.
Kini, terdapat 532 GTT/PTT dan honorer K2 di Kota Probolinggo dengan gaji di bawah UMK. Pada 2020, UMK Kota Probolinggo adalah Rp2.319.797. GTT di Kota Probolinggo mendapat upah Rp1 juta. PTT mendapat upah Rp800 ribu. Sedangkan honorer K2 mendapat upah Rp1,2 juta per bulan.
“Kami berkomitmen memperjuangkan kenaikan honor GTT, PTT dan honorer K2 yang masih di bawah UMK,” kata Ketua PGRI Kota Probolinggo periode 2020-2025, Slamet Zainul Arifin usai pelantikan.
Selain itu, PGRI Kota Probolinggo akan melaksanakan kebijakan dan arahan PGRI pusat atau PGRI Jatim. Antara lain perihal rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K guru. Serta pro aktif guru dalam pembelajaran di masa Pandemi Covid 19.
Dalam pelantikan, tiga pembina PGRI Kota Probolinggo hadir. Yakni Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib; Kepala Kemenag, Mufi Imron Rosyadi; dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Moch. Maskur yang diwakili pejabat Disdikbud.
Berlangsung di masa pandemi, pelantikan dilakukan terbatas. Yang hadir bermasker, dan cek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum masuk ruangan. Hanya ketua ranting dan ketua cabang PGRI Kota Probolinggo yang hadir. Ada juga Ketua PGRI Jatim, Teguh dan beberapa pengurus
Kesejahteraan GTT dan PTT di Kota Probolinggo mendapat sorotan saat pembahasan R-APBD 2021. Pasalnya, sampai saat ini gaji GTT dan PTT Kota Probolinggo masih di bawah UMK.
“Kesejahteraan GTT dan PTT di Kota Probolinggo ini belum sesuai dengan standar Hidup layak Kota Probolinggo. Acuannya masih di bawah UMK Kota Probolinggo,” ujar Moch Jalal, anggota DPRD dari Fraksi PKB. Diakui Jalal, sebenarnya gaji GTT/PTT sudah mengalami kenaikan.
Namun, besarnya belum sesuai dengan UMK Kota Probolinggo yang saat ini berada di kisaran Rp2,3 Juta. Padahal tugas mereka juga sama dengan guru ASN. Namun, kesejahteraan mereka masih minim. Ini yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah.
Fraksi PKB sendiri mempertanyakan kondisi itu dalam Pandangan Umum (PU) Fraksi saat pembahasan R-APBD 2021 Kota Probolinggo, Kamis (17/12). Hal ini menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan dalam PU Fraksi. Untuk kesejahteraan GTT dan PTT ini, apakah ada rencana menaikkan gaji mereka yang masih di bawah UMK.
Di sisi lain, gaji PTT/GTT dipastikan tidak akan naik tahun depan. Sebab dalam pembahasan R-APBD 2021, tidak ada anggaran kenaikan gaji untuk GTT dan PTT. Hal ini juga ditegaskan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo Budiono Wirawan. Menurutnya, gaji GTT/PTT belum naik tahun depan. ”Berdasarkan kemampuan keuangan APBD 2021, untuk jasa tenaga pendidik GTT dan PTT pada satuan pendidikan SD dan SMP belum mengalami kenaikan,” ungkapnya.
Jasa GTT dan PTT (gaji) diakomodir dalam BOSDA pada masing-masing satuan pendidikan. Rinciannya, gaji GTT dan PTT eks K2 sebesar Rp1,2 Juta per bulan, gaji GTT non K2 sebesar Rp1 juta per bulan. Sedangkan gaji PTT non eks K2 sebesar Rp800 ribu. Sebagai perbandingan, UMK Kota Probolinggo tahun 2020 sebesar Rp2,319 juta. Dan pada tahun 2021, UMK Kota Probolinggo naik tipis menjadi Rp2,5 Juta. [wap]

Tags: