HSN 2020, Santri Diajak Perkuat Imtaq dan Teknologi di Era Revolusi Industri

DPRD Jatim, Bhirawa
Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Mas Atho’, mengucapkan selamat Hari Santri Nasional (HSN) kelima yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Pada momentum ini, Mas Atho’ mengajak santri memperkuat Iman dan Taqwa (Imtaq), serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) seiring era disrupsi revolusi industri 4.0.
“Pada peringatan hari santri saat ini, santri bukan hanya dituntut memperdalam ilmu agama, tentu lebih luas lagi adalah pengusaan ilmu digital teknologi. Apalagi konten – konten di media sosial bertentangan dengan dunia ajaran islam,” kata Mas Atho’, dikonfirmasi, Jumat (23/10) kemarin.
Menurut Mas Atho’, saat ini tantangan yang harus dihadapi para santri adalah melawan kebodohan, melalui meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan mengikuti perkembangan teknologi. Maka itu, Mas Atho’ mengajak para santri millenial untuk mumpuni terhadap revolusi industri digital.
“Tujuannya agar santri generasi millenial tidak terjebak dengan dahsyatnya dampak negatif perkembangan informasi tekhnologi. Karena santri ini ilmu pengetahuannya kompleks, jadi agar SDM lebih bagus lagi, maka perlu juga untuk pengembangan teknologinya,” katanya.
Politisi PKB ini menegaskan, Pondok Pesantren (Ponpes) bukan hanya sekadar lembaga pendidikan. Namun wadah penguatan dakwah dan penanaman SDM lebih unggul dalam berbagai hal apapun. Maka diharapkan pemerintah juga berperan aktif terhadap Ponpes. Hal ini sesuai perintah UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
“Kami mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan PP untuk UU Pesantren. Jika pemerintah serius untuk mengembangkan kualitas SDM di Ponpes,” kata politisi dari Dapil Mojokerto – Jombang itu. [geh]

Tags: