Hubungan Bupati-Wabup Bangkalan Mulai Retak

6-FOTO OPEN mb8-Para Demonstran Gempur, saat mendatangi kantor DPRD Bangkalan.Bangkalan, Bhirawa
Kondisi politik di Kabupaten paling barat pulau Madura ini semakin hari tambah memanas. Hal ini tidak terlepas dari belum singkronnya antara Bupati dengan Wakilnya, sehingga membuat banyak kalangan khawatir serta prihatin kondisi tersebut. Mereka pesimis akan kemajuan kabupaten Bangkalan karena pucuk pimpinan sudah tidak akur lagi.
Setelah beberapa waktu lalu, Garda Bangsa yang merupakan sayap dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPC Bangkalan mendesak agar dewan menggunakan hak Interpelasi terhadap Bupati Momon. Kemarin, Senin (28/9) ormas yang mengatas namakan dirinya Gerakan Masyarakat Pendukung Ra Momon (Gempur) juga mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Bangkalan.
Gempur menilai, Wakil Bupati yang biasa dipanggil dengan sebutan Ra. Mondir terlalu ambisius dan tidak mempunyai etika berpolitik, bahkan mengenyampingkan tanggung jawabnya yang diberikan masyarakat dengan mendesak dewan untuk menggunakan hak interpelasinya terhadap Bupati. “Seharusnya Wabub mendukung dan bekerja sama dengan Bupati untuk mensejahterakan masyarakat,” teriak orator Demonstran.
Bahkan lebih jauh dari itu, dalam pernyataan sikapnya, Gempur mendesak ?Fraksi PKB Bangkalan untuk menghentikan segala manuver politiknya untuk menurunkan Bupati di tengah-tengah masa jabatannya. “Kita sangat mengecam segala bentuk gerakan Wabub, karena itu merupakan kepentingan pribadi, bukan kepentingan rakyat Bangkalan,” ujar Muskib, Korlap aksi di halaman gedung dewan.
?Demonstran yang mengatasnamakan pendukung Ra. Momon ditemui langsung oleh beberapa Wakil Ketua DPRD Bangkalan. Di samping menyampaikan aspiranya, mereka juga meminta dewan untuk menjawab surat pernyataan sikap terhadap semakin panasnya hubungan Bupati dengan Wakilnya.
Namun, dalam sambutan yang disampaikan beberapa perwakilan di hadapan para demonstran, mereka mengatasnamakan partai politik masing-masing, yang intinya akan tetap mendukung pemerintahan Ra. Momon sampai akhir jabatannya.
“Selama Bupati lebih mementingkan kesejahteraan, kita akan mempertahankan sampai akhir jabatannya,” ucap Fathurrahman, yang mengatasnamakan partai PDIP sebagai salah satu partai pengusung pasangan Ra. Momon dan Ra. Mondir.
?Hal senada juga disampaikan oleh anggota dewan yang lainnya. Bahkan dalam orasinya mereka menegaskan tidak akan mengindahkan usulan yang disampaikan oleh organ sayap Partai Kebangkitan Bangsa beberapa waktu yang lalu, sehingga apa pun pernyataan sikap yang disampaikan para demonstran akan ditindaklanjuti dan akan diperjuangkan. [mb8]

Tags: