Hujan Angin Rontokkan Rumah dan Gudang SMK di Tuban

6-FOTO OPEN hud-Bencana 6, Karena tidak mampu, evakuasi dibantu alat dari   perusahanTuban, Bhirawa
Hujan yang lebat disertai angin kencang yang terjadi kemarin malam (17/12) sekitar pukul 19.50 wib, dan mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Tuban, membuat banyak wilayah tergenang air dan banjir. Tidak hanya rumah penduduk dan lahan pertanian yang tergenan, beberapa tumah penduduk juga ambruk akibat tersapu angin.
Dari data sementara yang dapat dihimpun Bhirawa melalui badan penangulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, seperti di Kecamatan Parengan terdapat 2 rumah penduduk yang roboh, serta 1 lokal gudang di SMK di Kompleks Ponpesnya milik Kyai Miftahul Asror juga roboh.
“Dua rumah milik Sumartono dan Darmaji Desa Sukorejo Kecamatan Parengan, serta Gudang SMK di area Ponpes Milik Kiai Miftahul Asror juga roboh tersapu angin puting beliung,” kata Joko Ludiyono Kepala BPBD Kabupaten Tuban saat dikonfirmasi Bhirawa (18/12).
Pada wilayah lain, di Desa Pulogede Kecamatan Tambakboyo, angin puting beliung juga merobohkan pohon trembesi dan menimpa rumah salah satu penduduk. “Yang di Tambakboyo rumah milik pak munaim, rumah rusak berat karena tertimpa pohon tumbang,” lanjut Joko.
Sementara, dari pantaun bhirawa (18/12), pada beberapa titik banjir masih merendam sebagian rumah yang ada di Desa Kapu dan Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Tuban. Selain itu, banjir bandang juga dikabarkan menerjang rumah warga yang berada di Desa Tuwiri Wetan yang juga berada Kecamatan yang sama. “Kalau yang di Desa Tuwiri tadi malam, yang ada di Desa Mandirejo dan Desa Kapu sampai sekarang masih kaya gini,” kata Imam, salah satu warga yang ada di jalan Desa Mandirejo sembari menunjukkan genangan air.
Lebih lanjut diterangkan banjir yang merendam di dua desa ini tidak hanya akibat intensitas hujan yang deras. Tetapi juga karena air kiriman dari wilayah pegunungan yang ada di selatan desa setempat. Sungai yang ada di sana tidak mampu menampung air bah yang datang sehingga meluber sampai ke pemukiman milik warga.
Selain rumah, satu sekolah yang berada di Desa Mandirejo juga ikut tergenang. PG-RA Muslimat NU Salafiyah tersebut tampak terendam banjir sampai setinggi lutut orang dewasa. “Banjir ini sejak malam Mas, ini sedang kita bersihkan dibantu dengan anak-anak yang ada di sini,” kata Muslimin, salah satu guru sekolah.
Data kerugian sementara dari bencana dari dua camat yang dapat dikonfirmasi Bhirawa yakni di Kecamatan Parengan dan Tambakboyo sekitar Rp 150 Juta. Belum lagi yang di Kecamatan Merakurak serta lahan pertanian yang hingg saat ini masih tergenang banjir.
“Detail-nya kita masih nunggu laporan para Camat, selian itu kita juga menghimbai pada seluruh masyarakat, agar menwaspadai adanya mendung pekat yang berpotensi hujan petir dan angin kencang, terutama dimalam hari, waspadai pohon-pohon yang berada ditempat sekitar permukiaman penduduk,” Terang Joko Ludiyono Kepala BPBD Kabupaten Tuban.
Traffic Light Konslet
Sementara itu, hujan yang kerap turun di Tulungagung akhir-akhir ini membuat sejumlah traffic light (lampu lalulintas/lampu merah) yang berada di jalan-jalan Kota Marmer mati. Tidak berfungsinya lampu lalulintas tersebut disebabkan terjadi konsleting listrik akibat kemasukan air hujan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Tulungagung, Drs Maryani, pada Bhirawa, Kamis (18/12). “Ada beberapa titik (traffic light) yang mati. Ini semua karena konsleting,” ujarnya.
Maryani menyebut traffic light yang berada di perempatan Masjid Jamik Al-Muslimun salah satunya yang mengalami gangguan akibat konsleting. “Hari ini (kemarin) kami perbaiki. Ini petugasnya masih memperbaiki traffic light lainnya di perempatan Gorga,” paparnya.
Pantauan Bhirawa, traffic light di sejumlah ruas jalan di Kota Tulungagung sejak dua hari lalu memang sebagian di antaranya mati. Akibat dari matinya lampu pengatur lalulintas yang biasa disebut juga sebagai lampu merah itu menjadikan arus lalulintas di sejumlah perempatan semrawut.
Beberapa pengguna jalan menyanyangkan lambatnya petugas dari Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Tulungagung dalam memperbaki traffic light yang mengalami gangguan tersebut. “Kalau begini terus dan tidak ada polisi yang mengatur bisa-bisa membuat pengendara celaka. Apalagi kalau sampai ada pengendara motor yang ugal-ugalan tidak mau ngalah,” tandas Angga, warga Kelurahan Bago Kota Tulungagung.
Menurut Maryani, ada sekitar empat dari 20-an traffic light di Kabupaten Tulungagung yang mengalami gangguan akibat konsleting listrik. Dia berharap semuanya dapat berjalan normal kembali kemarin, Kamis (18/12). “Petugas kami sudah kami perintahkan untuk memperbaikinya. Ini semua karena memang akibat air hujan,” tandasnya lagi.
Menjawab pertanyaan, mantan Kabag Humas Kabupaten Tulungagung ini mengungkapkan pula ada rencana penambahan pemasangan traffic light baru yang akan ditempatkan di perempatan Lembu Peteng. “Kami sedang melakukan kajian di perempatan Lembu Peteng itu. Kami sedang pelajari bagaimana baiknya memasang traffic light di sana karena berhubungan juga dengan jembatan Lembu Peteng,” paparnya.n hud,wed

Keterangan Foto : Bencana-6-Karena-tidak-mampu-evakuasi-dibantu-alat-dari-perusahan. [hud/bhirawa]

Tags: