Hujan Belum Merata, Droping Air Bersih Tetap Lanjut di Kabupaten Pasuruan

Sejumlah warga di Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan antre bantuan air bersih di desanya. [bhirawa/hilmi husain]

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa.
Status kekeringan di Kabupaten Pasuruan masih belum dicabut meskipun saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Belum dicabutnya status kekeringan, dikarenakan masih ada desa-desa yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto menyampaikan krisis air bersih di Kabupaten Pasuruan masih terjadi. Karena, hujan belum merata di semua kecamatan. Sehingga, warga masih membutuhkan suplai air bersih.

“Droping air bersih ke puluhan desa yang mengalami kekeringan di wilayah Kabupaten Pasuruan masih terus dilakukan hingga saat ini. Untuk status kekeringan, belum kami cabut,” ujar Andriyanto, Senin (4/1).

Namun, dropping air bersih tidak seintens seperti saat puncak kekeringan kemarin. BPBD sendiri selalu on call apabila ada desa-desa yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Memang tak sebanyak ketika puncak kekeringan kemarin. Untuk, dropping air bersih tetal kita lakukan. Kalau ada laporan, akan langsung ditindaklanjuti,” jelas Andriyanto.

Terdapat 22 desa di Kabupaten Pasuruan masih dilanda krisis air bersih. Puluhan desa yang dilanda kekeringan itu, tersebar di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, dan Kejayan.

Untuk wilayah Kecamatan Gempol, krisis air mendera Desa Wonosunyo. Sedangkan di Kecamatan Winongan, krisis air bersih menerpa Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberejo.

Untuk Kecamatan Lumbang, ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati, dan Pancur.

Di Kecamatan Pasrepan, ada Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Desa Petung, Desa Pasrepan, Klakah, dan Sapulante. Sedangkan di Kecamatan Lekok, kriris air bersih melanda Pasinan dan Balunganyar, Semedusari, dan Wates. Lalu, di Kecamatan Kejayan ada Desa Kedungpengaron dan Ambal-Ambil yang hingga kini diterpa krisis air bersih.

Dari jumlah tersebut, beberapa sumber air di desa-desa tersebut sudah keluar air, namun masih belum banyak.

“Memang ada yang sumber airnya mulai keluar, tapi tidak banyak. Mungkin saja, hujan tidak turun setiap hari,” papar Andriyanto.

Tahun 2024 mendatang, Pemkab Pasuruan menargetkan sudah tidak ada lagi desa-desa di Kabupaten Pasuruan yang kekeringan. Caranya adalah selain melakukan pengeboran, pipanisasi hingga pembangunan embung.

“Semangat kita di tahun 2024 adalah sudah tidak ada lagi desa-desa yang mengalami kekeringan. Mungkin saja dengan pengeboran air, pipanisasi. Hingga, pembangunan embung yang diperbanyak,” jelas Andriyanto. [hil.gat]

Tags: