Hujan Mulai Turun, BPBD Kabupaten Bojonegoro Tetap Salurkan Air Bersih

Meski hujan sudah mulai turun, namun BPBD tetap menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak.

Bojonegoro, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, tetap salurkan air bersih ke wilayah terdampak meskipun hujan mulai turun. Pasalnya, meski hujan telah mengguyur wilayah Bojonegoro itu belum seberapa dampak pada pengurangan kebutuhan air bersih.

Kabid rehabilitasi dan rekontruksi, BPBD Bojonegoro, Yudi Hendro mengatakan, alasan tetap salurkan air bersih hingga sekarang karena intensitas hujan yang turun beberapa hari ini masih rendah belum normal dan masih sering panas meskipun turunhujan. “Droping air masih dilakukan ke sejumlah wilayah hanya saja pengirimannya tidak seperti saat musim kemarau lalu,” ujarnya, kemarin (1/11).

Dirinya menyebutkan, dari target distribusi air bersih yang disediakan oleh BPBD Bojonegoro yakni 1.000 rit per tangki, saat ini distribusi air yang sudah disalurkan ke warga desa sudah mencapai 982 rit per tangki. “Masih ada sekitar 18 rit tangki air bersih yang tersedia dan siap disalurkan kepada warga desa yang membutuhkan,” imbuhnya.

Lanjut Yudi, meski sejumlah wilayah sudah ada hujan, namun memang air hujan tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan air warga. Dengan kondisi itu, permintaan air bersih ke BPBD masih terus ada dan BPBD pun, siap menyalurkan air ke desa yang memang masih membutuhkan air bersih. “Saat ini memang masih ada permintaan air bersih seperti di Desa Ngumpakdalem yang masih membutuhkan distribusi air bersih,” katanya.

Dengan sudah adanya hujan yang turun, pihaknya menghimbau kepada desa yang sudah tidak lagi membutuhkan air bersih, agar segera membuat laporan. Agar nanti, pihaknya fokus kepada wilayah atau desa lain yang masih membutuhkan air bersih. “Yang pasti, pihaknya masih terus melakukan penyaluran air bersih ke desa selama masih dibutuhkan,” pungkasnya.

Pihaknya mengaku, pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kekeringan itu berdasarkan pengajuan permohonan yang disampaikan oleh pihak kecamatan. Untuk diketahui, BPBD Bojonegoro mencatat setidaknya ada 42 desa di 16 Kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.[bas]

Tags: