Hutan Jatim Masih Jadi Sumber Penghidupan Masyarakat

Hutan di JatimPemprov Jatim, Bhirawa
Masih banyak masyarakat jawa timur yang menggantungkan penghidupannya pada kawasan hutan. Bahkan data Sensus Pertanian atau ST2013 subsektor kehutanan atau SKH 2014 menunjukkan 29,15 persen rumah tangga di sekitar kawasan hutan lebih menguasai lahan kawasan hutan untuk berbagai keperluan terutama pertanian dan perkebunan.
“Dari 1,71 juta rumah tangga yang tinggal di Sekitar Kawasan Hutan, sebesar 29,15 persen menguasai lahan kawasan hutan. Dari rumah tangga yang tinggal di kawasan hutan 4,92 persen diantaranya melakukan perladangan berpindah,” kata Kepala BPS Jatim, Sairi Hasbullah.
Dikatakannya, kawasan hutan merupakan suatu daerah yang keberadaannya ditetapkan oleh pemerintah.Dari hasil survei rumah tangga di kawasan hutan 2004 (SKH 2004), masyarakat di sekitar kawasan hutan yang mengetahui keberadaan kawasan hutan sebesar 84,14 persen dan yang tidak mengetahui sebesar 15,86 persen.
Sedangkan dari Survei Kehutanan 2014 (SKH 2014), menunjukkan masyarakat di sekitar kawasan hutan yang mengetahui keberadaan kawasan hutan sebesar 77,16 persen dan tidak mengetahui sebesar 22,84 persen.
“Sehingga pada tahun 2014 terjadi penurunan. Hal ini dapat disebabkan karena kawasan hutan tidak semuanya berupa hutan tegakan/tumbuhan yang ada kayunya namun ada yang berupa padang savana (padang rumput),” katanya.
Selain itu, lanjut Sairi, menurut hasil Survei Kehutanan 2014 (SKH 2014), masyarakat yang mengetahui keberadaan kawasan hutan, 84,50 persen diantaranya yang mengetahui adanya batas kawasan hutan berupa pal/tanda batas, jalan, sungai, dan lainnya, sementara 1,46 persen-nya menyatakan tidak ada batas kawasan hutan, dan sisanya 14,04 persen tidak mengetahui adanya batas kawasan hutan.
Dibandingkan dengan hasil Survei Rumah Tangga Kawasan Kehutanan 2004, angka ini mengalami penurunan sekitar 1,77 persen untuk tingkat masyarakat yang mengetahui adanya batas kawasan hutan dan 1,49 persen untuk masyarakat yang menyatakan tidak ada batas kawasan hutan.
Di sisi lain, Sairi juga mengatakan, hutan merupakan sumber daya alam yang juga merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Dari hasil Survei Kehutanan 2014 (SKH 2014) rumah tangga di sekitar kawasan hutan yang melakukan pemungutan hasil hutan/penangkapan satwa liar sebanyak 33,55 persen.
“Hasil ST2013 Subsektor menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga yang menggantungkan sumber pendapatan hidupnya dari memungut hasil hutan/menangkap satwa liar. Di Jawa Timur, rumah tangga yang memungut hasil hutan/menangkap satwa liar sebesar 30,29 persen dari total rumah tangga yang berada di sekitar kawasan hutan,” katanya.
Memungut hasil hutan/menangkap satwa liar masih menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat di sekitar kawasan hutan. Dari Hasil Survei Kehutanan 2014 (SKH 2014), banyaknya rumah tangga yang sumber pendapatan utamanya dari memungut hasil hutan/menangkap satwa liar sebesar 3,96 persen dari total rumah tangga yang memungut hasil
hutan/menangkap satwa liar.  [rac]

Tags: