Ibadah Ramadan, PDAM Tirta Baluran Situbondo Ikuti Panduan Pemkab

Direktur PDAM Situbondo Jamal Fajri ST bersama staf dan jajaran saat mengikuti kegiatan pengajian ramadan tahun lalu. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
PDAM Tirta Baluran Situbondo bersikukuh mengikuti panduan yang dibuat Pemkab Situbondo selama melaksanakan kegiatan ibadah dibulan suci ramadan 1441 H. Panduan tersebut ditandatangani Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dalam surat bernomor 451/0237/431.004.4/2020. Panduan itu selain di tujukan kepada pimpinan BUMD seperti PDAM, juga disampaikan kepada Sekretariat Pemkab Situbondo, pimpinan OPD, Camat/Kades/Lurah serta pimpinan instansi vertikal.
Direktur PDAM Situbondo Jamal Fajri ST sempat mengutip isi surat panduan yang ditandatangani Bupati Dadang Wigiarto. Kata Jamal, sehubungan dengan dilaksanakannya rangkaian ibadah bulan ramadan dan idul fitri 1441 H yang berada dalam suasana antisipasi dan pencegahan pandemik infeksi virus corona atau Covid-19 dimasyarakat, harus mengacu pada SE Menteri Agama RI Nomor 6 tahun 2020. “SE ini mengatur tentang panduan ibadah ramadan dan idul fitri 1441 H ditengah pandemi wabah Covid 19,” beber Jamal Fajri dengan didampingi, Kabag Keuangan PDAM Tirta Baluran Situbondo, Badri.
Menurut Jamal Fajri, pelaksanaan SE Menteri Agama RI ini, dipandang perlu sebagai panduan yang memenuhi aspek ibadah sekaligus aspek kesehatan. Adapun tujuannya, sebut Jamal Fajri, untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam. Selain itu, ucap Jamal, untuk mencegah dan mengurangi penyebaran serta untuk melindungi pegawai berikut masyarakat muslim dengan resiko Covid-19. “SE ini meliputi berbagai rangkaian ibadah yang terkait dengan ramadan dan idul fitri, yang lazim dilakukan dalam kumpulan orang banyak,” sebut Jamal.
Lebih jauh Jamal menuturkan, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa dibulan ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fiqih ibadah. Selain itu, kupas Jamal, khusus kegiatan sahur dan berbuka puasa dilakukan secara individu atau keluarga inti. Artinya, kupas Jamal, masyarakat muslim tidak diperlukan mengadakan sahur on the road atau ifhar jama’i (buka puasa bersama). “Khusus shalat tarawih juga dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah,” jelas Jamal.
Jamal kembali menegaskan, khusus untuk kegiatan tilawah atau tadarus Alquran dilaksanakan dirumah masing masing. Himbauan ini, ulasnya, berdasarkan pada perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan dengan tilawah Alquran. Terakhir Jamal menambahkan, Khusus untuk berbuka puasa dilembaga pemerintah dan BUMD/lembaga swasta, dimasjid atau musholla juga ditiadakan.[awi]

Tags: