Ibu Kota Negara di Kaltim Jangan Sampai Menyisihkan Rakyat Kaltim

Jakarta, Bhirawa.
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud menyatakan: bahwa masyarakat Kalimantan Timur berbangga hati, bahwa wilayahnya dipilih untuk dijadikan Ibu Kota Negara (IKN) baru, menggantikan Jakarta. Bahkan, kabupaten Penajam Paser Utara dengan luas wilayah 3.333 kilometer, sudah siap dibangun Istana Negara baru.

“Seandainya, pemerintah pusat banyak terkendala oleh berbagai masalah dan gejolak politik, dalam membangun IKN baru itu. Maka Pemda Kaltim mau dan sanggup membangun Ibu Kota Negara yang baru itu. Tinggal dikasih saja dana pembangunan nya. Insyaa Allah, kami siap membangun Ibu Kota Negara yang baru itu,” ucap Abdul Gafur, penuh percaya diri dalam forum legislasi bertajuk “Pembahasan RUU IKN Jadi Proritas” , lewat virtual, Selasa sore (23/3). 

Pembicara lain dalam forum itu, anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun (Golkar) dan anggota Komisi V Irwan (Demokrat).

Abdul Gafur lebih jauh, bilang: dari sumber daya alam dan mineral serta hasil lainnya, Pemda Kaltim setiap tahun menyumbangkan Rp600 triliun kepada kas negara. Dari jumlah itu hanya sekitar 10% yang kembali masuk kas Pemda Kaltim. Jadi jika ditanya tentang kesiapan untuk menjadi Ibu Kota baru, Kaltim sudah sangat siap. 

Dia tidak mengelak adanya modus penipuan akibat akan adanya pembangunan Ibu Kota baru di Kaltim, khususnya di Penajam. Orang orang kreatif ini telah menggunakan akal nya untuk mendapatkan keuntungan. Salah satu nya modus penipuan lewat telepon dengan nama nama asli penduduk. Ternyata, pendaftaran buka rekening ke Bank secara online, memudahkan penipuan.

Misbakhun menyatakan, pemindahan Ibu Kota Negara, akan menjadi sejarah baru Indonesia. Setelah ibu kota dipindahkan, maka Jakarta akan menjadi sentral ekonomi Indonesia. Seperti halnya Amerika Serikat yang memindahkan Ibu Kota nya ke Washington, juga Brasilia memindahkan Ibu kota nya dari Rio de Janiero ke Brasilia City ditengah wilayahnya. Malaysia, juga Korea Selatan dan Australia, pindah ibu kota untuk menghindari kepadatan di ibu kota yang lama.

“Semua itu jadi pertanda bagi kita untuk siap melakukan pergeseran, karena Jawa sudah sangat penuh sesak dan padat industri juga jasa. Pemindahan Ibu Kota adalah upaya untuk melakukan pergeseran, supaya tidak terjadi disparity yang terlalu lebar antara Jawa dan luar Jawa.

“Pemikiran Presiden Jokowi, sejak awal, bahwa Indonesia yang besar ini harus dibangun dari pinggir. Yang tadinya Jawa sentrs menjadi Indonesia sentrs. Membangun dari pinggir, dengan membuat gerbang-gerbang perbatasan berupa bangunan megah dengan fasilitas prima. Diantaranya, perbatasan dengan Malaysia di Entikongn juga perbatasan di Papua dengan New Guinea,” tutur Misbakhun.

Keinginan Presiden Jokowi untuk merayakan 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Negara yang baru, insyaa Allah bisa terwujud, doa Misbakhun. Dia yakin, pembangunan IKN di Kaltim akan lebih baik karena lahan nya milik negara yag telah dibebaskan dari pengelolaan swasta. Tinggal membuat UU nya, menyiapkan angaran nya, skema nya, mana yang dikerjakan dengan APBN, mana dengan kerjasama Badan Usaha, mana yang dengan sumber-sumber lain.

Menyinggung masalah vaksinasi, Miksbakhun bilang; Indonesia termasuk negara yang paling awal bisa memperoleh vaksin gelombang pertama, dari semua negara vendor. Negara lain seperti Australia, India, Malaysia dan Thailand, saat ini masih saling berebut untuk mendapat vaksin.

Irwan, dari partai Demokrat tidak seperti biasanya yang sering berbeda pandang, kali ini ikut mendukung pindah nya Ibu Kota Negara. Kaltim, kata Irwan, secara historis tidak pernah ada ketegangan, baik ketegangan politik, ketegangan terbuka dalam hubungan dengan pemerintah pusat. Dibanding kondisi di Papua maupun Aceh. 

“Pesan kami adalah, jangan sampai perpindahan IKN ini hanya memindahkan masalah masalah yang ada selama ini.Jangan sampai  ketika IKN terbangun dengan tehnologi bagus, maju, istana Presiden dan berkantor disitu. [ira]

Tags: