IKM Jember ikuti Pelatihan Makanan Olahan Berbasis Singkong

Anggota DPRD Jatim Drs H.Satib, MSi ( tengah) didampingi Kabid Pembangun Sumberdaya Industri Heri Wiriantoro saat membuka pelatihan, Rabu (6/12).

Jember, Bhirawa
Sedikitnya 30 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Jember ikuti Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk dan SDM Industri dalam bentuk Pelatihan Keterampilan Pembuatan Makanan Olahan Kripik Singkong Presto, Rabu (6/12).

Kegiatan di aula UPT. Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau (PSMB LT) Disperindag Profinsi Jatim di Jemberdiselenggarakan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur kerjasama dengan Disperindag Jatim.

Anggota DPRD Jatim Drs. H. Satib, MSi dari Dapil Jember – Lumajang mengatakan, kegiatan pelatihan IKM di Jember ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari reses (serap aspirasi masyarakat) yang telah dilakukan di kabupaten Jember beberapa waktu lalu.

“Dari banyaknya masukan dari para pelaku industri pengolahan makanan rumahan ini, saya sebagai wakil dari masyarakat Jember, berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Jatim untuk menggelar pelatihan ini,” ujar H. Satib anggota Komisi D ini mengawali pembicaraan.

Upaya ini merupakan sinergitas antara eksekutif dan legislatif untuk membantu meningkatkan kualitas Produk dan SDM Industri olahan dalam bentuk pelatihan.

“Disini pemerintah hadir untuk membantu hulu dan hilir persoalan yang dihadapi oleh para pelaku industri makan rumahan yang ada di Jember. Melai dari proses pembuatan, packing hingga marketingnya. Namun saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini ada tindak lanjut atau follow up nya, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” harap politisi dari Partai Gerindra kemarin.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Jatim yang diwakili Kabid Pembangun Sumberdaya Industri Heri Wiriantoro berharap agar pelatihan ini dimanfaatkan oleh peserta. Sehingga pasca pelatihan dapat menambah wawasan dan ditindak lanjuti untuk peningkatan kualitas produksi.” Tolong dimanfaatkan betul pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kualitas produk olahan rumah tangga di Jember khususnya dan Jawa Timu pada umumnya,” ujar Heri kemarin.

Heri juga menjelaskan, dalam pelatihan ini sengaja mengambil bahan baku singkong,” Singkong mudah didapat dan tidak mengenal musim. Mungkin kalau pakai gandum kesulitan, kita manfaatkan bahan baku yang ada di sekeliling kita, yang kita manfaatkan menjadi produk makanan olahan yang berkualitas tentunya dengan pendampingan para nara sumber yang berkualitas pula,’ katanya.Hadir sebagai pemateri dalam pelatihan Keterampilan Pembuatan Makanan Olahan Kripik Singkong Presto ini dari ITS, Politeknik Negeri Jember (Polije) dan BPPOM.

Di Jawa Timur kata Heri terdata 800 ribu UMKM, dari data tersebut 90 persennya ada IKM. Di tahun 2024 nanti, hasil produk olahan ini semuanya harus bersertifikasi halal.

“Kalau hasil kripik singkong itu bentuknya bagus dan didukung dengan kemasan yang menarik dan layak kami siap untuk memfasilitasi pengembangannya, termasuk mempromosikan sampai ke luar negeri. Kalau belum bersertifikat, kami siap membantu untuk mendapatkan itu (sertifikasi halal) secara gratis,” pungkasnya. [efi.why]

Tags: