Imam Gunawan, Perintis Ternak Telur Bebek Diera Pandemi

Imam Gunawan saat memeriksa ratusan telur bebek yang diternak di kawasan rumahnya di Kecamatan Besuki, Situbondo. [sawawi]

Punya Prospek Cerah, Sebulan Mampu Raup Untung Jutaan Rupiah
Kab Situbondo, Bhirawa
Goncangan ekonomi diera pandemi Covid-19 terus melanda dunia, termasuk di Tanah Air. Pun demikian, di Kabupaten Situbondo tak sedikit sektor usaha gulung tikar akibat virus corona. Namun diantara sejumlah usaha yang memilih tutup tersebut, ada salah satu usaha ternak telur bebek yang sanggup bertahan meski dihantam gelombang corona. Adalah Imam Gunawan, seorang pria paro baya asal Besuki Situbondo yang mampu melanjutkan usaha ternak telur bebek yang dirintisnya hingga saat penghujung tahun 2020 ini.
Seperti biasa setiap pukul 08.00 WIB, Imam Gunawan rutin ada di halaman belakang kompleks rumahnya di Besuki, Situbondo. Imam setiap pagi harus melihat ratusan telur bebek yang diternaknya, hingga menetas menjadi peranakan bebek. Tak cukup sekali, pada malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB, Imam kembali mengecek ratusan telur bebek yang ditata rapi disebuah lapak terbuat dari kayu. “Ya sehari semalam saya minimal dua kali mengecek ternak telur bebek ini. Persisnya pagi sekali dan sisanya pada malam hari,” ujarnya.
Imam mengaku, usaha ternak telur bebek sudah berjalan sekitar setahun ini. Awalnya usaha itu berjalan seperti biasa namun sesaat memasuki era pandemi corona, usaha Imam sedikit mulai goyah. Namun, Imam tak patah semangat dengan keyakinan yang ia miliki usaha tersebut terus eksis meski sektor usaha kecil menenagh mengalami hambatan akibat gelombang corona. “Alhamdulillah usaha ini (ternak telur bebek) tetap berjalan hingga sekarang ini. Ini berkat kegigihan saya bersama keluarga dalam meniti sebuah usaha,” jelasnya.
Masih kata Imam, untuk menjadi peternak telur bebek tidak membutuhkan tenaga yang ekstra atau berlebihan. Sebaliknya, hanya perlu tenaga sedikit untuk meraih sebuah keuntungan. Untuk itu, Imam mengakui, dengan membuat usaha telur bebek sangat mudah untuk ditekuni secara serius. “Ya, usaha ini enak sekali. Sebab dengan hanya punya modal Rp2 juta, selama 1 bulan sudah bisa meraup untung 100 persen. Sehingga kalau dikalkulasi keuntungan bersih sebanyak Rp2 juta,” beber Imam.
Dengan punya modal Rp2 juta, lanjut Imam, membuka usaha ternak telur bebek bisa membeli sedikitnya 1.000 butir telur. Jumlah sebesar ini, akunya, dengan asumsi bisa menetas sebanyak 800 butir. Artinya, kecenderungan tidak menetas berkisar 200 telur. “Dari 1.000 telur itu yang menetas kami jual seharga RP 5.000-Rp 5.500 perekor-nya. Selain memang kerjanya tidak ruwet juga penghasilan yang didapat jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” jelas Imam.
Zaini Zain, menantu Imam Gunawan menimpali, usaha telur bebek cukup mudah karena hanya mengatur tensi panas dan dingin suhu diatas telur. Selebihnya, ujar Zaini, ia hanya membolak balikkan posisi telur sebanyak dua kali selama 24 jam (sehari semalam). Jika saja, memiliki alat yang modern (otomatis), lanjutnya, maka akan lebih mudah lagi mengembangkan usaha ternak telur bebek ini. “Sebab usaha mertua saya ini masih memakai alat yang manual. Jika alatnya sudah otomatis, kita tidak perlu lagi membolak balikkan posisi telur itu,” beber Zaini Zain.
Pria asli pulau Garam Madura itu menimpali, jika beternak memakai alat otomatis, peternak hanya cukup mengontrol posisi telur agar hangatnya merata. Biasanya, ucap Zaini, merubah posisi telur dilakukan tiap pagi dan malam hari. “Ini usaha yang sangat prospek dan sangat cerah untuk terus dikembangkan kedepan. Selain itu sangat baik bagi seseorang yang ingin menjadikan usaha ini sebagai pekerjaan tambahan (sampingan),” ujar Zainai Zain.
Zaini melanjutkan, untuk usaha sendiri yang saat ini ia tekuni minimal menetaskan telur sebanyak 500 butir. Selanjutnya, kata Zaini, jumlahnya bisa ditambah sesuai dengan kondisi sehingga proses menetas secara estafet tetap berlanjut. “Ini masih dilakukan dengan keluarga. Termasuk juga pembelinya masih dari keluarga. Artinya kelangsungan usaha ini melibatkan semua keluarga. Karena saya sendiri masih punya tugas dan pekerjaan lain,” pungkas Zaini Zain.
Melihat usaha ternak telur bebek yang dirintis Imam Gunawan terlihat mudah, salah satu warga Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo bernama Diana berencana ikut mengembangkan di rumahnya. Kata Diana, ia ingin dirumahnya memiliki usaha sambilan seperti yang dilakukan Imam Gunawan dan Zaini Zain. “Selain punya prospek yang bagus, untuk menjalani usaha itu cukup mudah. Selain itu hasil keuntungannya juga lumayan,” pungkasnya. [sawawi]

Tags: