Imam Mutlak Tentukan Posisi Wakil Ketua DPRD

khulaim12Sidoaarjo, Bhirawa
Ketika dukungan mengalir kepada Khulaim Juanedi, untuk terpilih kembali menjadi Wakil Ketua DPRD Sidoarjo untuk kedua kalinya. Ternyata muncul pernyataan melawan arus dari Ketua DPD PAN Sidoarjo sendiri yang menegaskan untuk posisi wakil ketua tak harus Khulaim.
Ditemui di sela Musyawarah Kerja Kadin Sidoarjo, Rabu (14/5), Ketua DPD PAN Sidoarjo, Imam Sugiri, memberi pernyataan mengejutkan bahwa Wakil Ketua DPRD dari unsur PAN nanti tak harus incumbent (Khulaim Jaunaedi). Seluruh anggota fraksi PAN memiliki hak yang sama termasuk yang baru terpilih seperti Haris (Dapil V) dan Bangun (Dapil III). Anggota fraksi yang mengantoingi suara terbanyak (Khulaim) tak harus menjadi wakil ketua. Otoritasnya ada di tangan Ketua DPD PAN Sidoarjo.
Imam menyebut, anggota fraksi itu merupakan pekerja partai yang ditempatkan di legislatif, mereka tak boleh menentukan posisinya di alat kelengkapan menurut kemauan mereka sendiri. Tetapi harus mengikuti mekanisme partai. ”Dan saya sebagai ketua partai mempunyai otoritas untuk menentukan posisi wakil ketua dan alat kelengkapan lain,” tandasnya.
Menurut Caleg yang tumbang dalam perebutkan tiket DPR RI ini, pilihannya hanya dua. Fraksi mengikuti aturan partai atau mengadakan Musdalub untuk mengganti posisinya sebagai ketua. Namun ditambahkan Musdalub itu bukan untuk mengganti dirinya tetapi untuk menambah masa jabatan sebagai ketua partai, ucapnya sambil tersenyum. Untuk menjadi wakil ketua dewan, menurut aturan harus disetujui DPD dengan tandatangan ketua dan sekretaris DPD PAN, yakni Zainul Lutfi.
Namun dalam kaitan ini, tambahnya, yang paling menentukan adalah Ketua Umum DPD. Bukankah sekretaris juga dibutuhkan dalam menandatangani penunjukkan wakil ketua ? ”Oh tidak. Sekretaris itu dipilih formatur. Kalau ketua yang memilih adalah peserta Musda,” ujarnya.
Namun sejumlah elit PAN menduga, manuver Imam Sugiri ini hanya untuk menaikkan posisi tawar menawar saja. ”Itu kan supaya yang berminat menggantungkan nasibnya Imam Sugiri saja,” ucapnya.
Seperti diketahui Khulaim Junaedi, pengumpul suara terbanyak PAN, merupakan kandidat kuat untuk terpilih lagi menjadi wakil ketua DPRD. Dia merupakan figur yang dekat dan erat dengan anggota fraksi PAN. Sementara ini di fraksi belum satupun nama yang mampu mengimbangi popularitasnya.
Ribut suara sesame Caleg PAN dari Dapil I, antara Machmud SE dengan Ali SH Caleg PAN Dapil Sidoarjo 1 (Sidoarjo-Candi-Tanggulangin), hingga demo ke Panwaslu kabupaten, akhirnya berakhir damai.  Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kab Sidoarjo menyatakan, telah memanggil kedua Caleg ini untuk diajak musyawarah mengakhiri persoalan.
Dari pertemuan keduanya yang dilangsungkan di DPW PAN Jatim, lanjut Imam Sugiri, akhirnya ada kesepakatan bagi jatah masa jabatan bagi keduanya.  ”Persoalan selesai, setelah disepakati pembagian masa jabatan antara Machmud dengan Ali,” tutur Imam Sugiri. Masa jabatan pertama yang akan menjadi anggota dewan, DPW PAN memutuskan tetap dipegang Machmud.
Selanjutnya, Ali akan meneruskan jabatan Machmud ini pada paruh perjalanan, hingga tuntas pada tahun 2019. ”Tak perlu kita sebut berapa tahun pembagian masa jabatan itu. Yang penting proposional dan adil bagi keduanya,” tutur pria yang juga Ketua Kadin Sidoarjo ini. Sebelumnya, kubu Ali melalui berbagai elemen LSM, menuntut penghitungan ulang di dapil Sidoarjo 1 (Sidoarjo-Candi-Tanggulangin), karena adanya dugaan penggelembungan suara. Tuntutan ini mereka suarakan di Kantor Panwaslukab Sidoarjo, karena adanya indikasi pengurangan suara secara sistematis. [hds]

Keterangan Foto : Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Khulaim Juanedi.

Tags: