Imam Sutrisno: Ramadan, Stok Darah PMI di Kabupaten Bojonegoro Menipis

Petugas saat menunjukan kantong darah di UDD PMI Bojonegoro.

Bojonegoro,Bhirawa Selama pandemi covid-19, persediaan stok darah di PMI Kabupaten Bojonegoro menipis mengingat jumlah pendonor darah menurun hingga 50 persen. Selain itu, pengaruh bulan puasa juga membuat para calon pendonor enggan mendonorkan darahnya.
“Saat ini stok darah tersesia 314 kantong yang terbagi dalam berbagai kantong darah, padahal stok amannya sekitar 500 an kantong darah,”ungkap Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro, Imam Sutrisno, kemarin (21/4).

Menurut dia pasokan kantong darah selama pandemi berkurang drastis akibat kegiatan donor yang biasanya dilakukan instansi berkurang karena pandemi. Sehingga animo donor darah ikut turun.

Ia menjelaskan bahwa kondisi itu dimulai ketika pandemi Covid-19 mulai ditemukan di Indonesia sekitar Maret 2020.

“Kurangnya stok darah disebabkan berkurangnya aktivitas donor darah, baik itu perorangan, komunitas, maupun institusi yang ada,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan darah, PMI Bojonegoro membuka sejumlah gerai donor di sejumlah masjid selama Ramadan. Selain itu PMI juga lebih aktif membuka gerai di tempat umum dengan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.

“Upaya ini memang cukup efektif dan membantu, meski jumlah pendonor bervariasi, untuk menyuplai kebutuhan darah warga yang selalu ada permintaan setiap hari,” imbuhnya.

Dalam prosedur pelaksaan pendonoran darah ini, tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal itu sebagai antisipasi munculnya potensi penularan Covid-19. [bas]

Tags: