Imbas Covid-19, Pembangunan Pasar Ngunut Tulungagung Hanya Satu Blok

Sisa bangunan Pasar Ngunut di sisi sebelah timur yang masih berdiri pasca kebakaran, Minggu (12/7).

Tulungagung, Bhirawa
Pembangunan Pasar Ngunut pasca terbakar hebat pada September tahun lalu dipastikan tidak akan maksimal. Rencana semula dalam pembangunan pasar tersebut akan mendirikan empat blok kini tinggal satu blok saja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, Minggu (12/7), mengakui jika ada pengurangan dana sehingga pembangunan Pasare Ngunut tidak maksimal seperti rencana semula.

“Ini imbas Covid-19. Dana dari APBN yang semula Rp10 miliar sekarang tinggal Rp2,5 miliar karena terkena refokusing,” ujarnya.

Dengan kucuran dana Rp2,5 miliar tersebut, menurut dia, hanya dapat membangun empat blok saja. Tiga blok sisanya diperkirakan akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2021 mendatang.

“Jadi ada beberapa kios dan los yang tidak bisa selesai pembangunannya pada tahun ini, karena tiga blok belum bisa dibangun,” tuturnya.

Imroatul selanjutnya menyatakan selain pengurangan dana dari APBN atau Kementerian Perdagangan RI, Pemkab Tulungagung juga telah mengurangi anggarannya dari yang semula Rp10,4 miliar menjadi Rp7,4 miliar. Hanya Pemprov Jatim yang tidak mengurangi dana untuk pembangunan kembali Pasar Ngunut itu. Pemprov Jatim tetap mengalokasikan dana Rp12 miliar.

“Namun demikian menurut Kemendag meski tahun ini alokasi dananya terkurangi nanti pada tahun 2021 akan diutamakan kekurangannya tersebut. Kekurangan tiga blok dibangun pada tahun 2021,” sambungnya.

Seperti diketahui, dalam rencana pembangunan Pasar Ngunut akan dibiayai dari tiga sumber. Yakni Kemendag RI (APBN), Pemprov Jatim (APBD Provinsi) dan Pemkab Tulungagung (APBD Kabupaten Tulungagung).

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Asrori, sempat menyayangkan pembangunan Pasar Ngunut belum akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2020. Masalahnya, ada pengurangan alokasi dana pembangunan yang cukup signifikan.

Ia menyatakan persoalan pembangunan Pasar Ngunut menjadi pembahasan saat Komisi C DPRD Tulungagung melakukan hearing bersama Disperindag Kabupaten Tulungagung terkiat Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019. “Masalah ini termasuk juga menjadi sorotan Komisi C DPRD Tulungagung,” ucapnya. (wed)

Tags: