Imbau Warga Tak Melewati Jembatan Patihan Kota Madiun, Dua Pilar Ambles

Tampak bambrongan bambu menyangkut di dua pilar jembatan Patihan belum dibersihkan. Hal itu dimungkinkan bisa menghambar kelancaran arus air kali atau bengawan Madiun tersebut. Foto jembatan Patihan diatas diambil, Minggu siang (7/11). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Diimbau agar masyarakat tidak lagi melewati jembatan Patihan Kecamatan Manguharjo Kota Madiun yang menghubungkan ke wilayah Kota Madiun bagian barat . , Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, dua pilarnya ambles sekitar 20 sentimeter

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Kota Madiun, Ir. Suwarno, M.Si didampingi Kepala Bidang Bina Marga, DPU-TR Kota Madiun, Thariq Megah saat meninjau jembatan yang menghubungkan Kelurahan Patihan dan Kelurahan Sogaten itu mengatakan, dua dari enam pilar dalam kondisi ambles sekitar 20 sentimer. Sehingga dikhawatirkan runtuh ketika terjadi hujan deras dan debit air bengawan Madiun meningkat.

“Kami laporkan ke Wali Kota agar jembatan ini ditutup selama musim penghujan. Kita juga memberitahu ke pihak kelurahan dan kecamatan untuk menghimbau warganya tidak menggunakan jembatan ini demi alasan keamanan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya, saat meninjau jembatan Patihan, Jumat (6/11).

Dikatakan oleh Thariq, jembatan Patihan masih menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo. Inilah yang menjadi persoalan Pemkot Madiun tidak dapat meremajakan bangunan tersebut. Namun, jika diberikan izin oleh BBWS dan PG Rejoagung, Pemkot Madiun siap melakukan pembangunan.

“Langkah perbaikan ya sebaiknya pembongkaran jembatan dan pembuatan jembatan baru. Dua tahun kemarin sudah dilakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan hasilnya sangat layak untuk dibangun. Adapun perencanaan sudah dianggarkan tahun ini. Berhubung ada covid-19, jadinya ditunda dulu. Anggarannya sekitar Rp 500 juta untuk Detail Enginering Desain (DED) di Jembatan Patihan ini,”katanya.

Dijelaskan oleh Thariq, berdasarkan hasil studi kelayakan dua tahun lalu, desain awal jembatan Patihan akan dibangun dengan lebar 8 meter untuk pengerasan. Kemudian trotoar di kanan kiri jembatan masing-masing selebar 1 meter dengan struktur jembatan baja tanpa pilar tengah.

Menurut pemantauan Bhirawa Minggu siang (7/11), meski sudah diadakan himbauan melalui Kelurahan Patihan dan Kelurahan Sogaten Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, agar warga tidak melintasi jembatan Patihan karena dua pilar dari enam pilar sekarang ini kondisinya membahayakan,

Apabila terdapat muatan lebih berat, disaat musim penghujan sekarang ini dikawatirkan jembatan bisa ambrol atau roboh. Faktanya, Minggu siang masih terdapat beberapa pengendara sepeda motor banyak yang melintasi jembatan Patihan tersebut.

Sementara itu, terdapat bambrong bambu yang menyangkut di dua pilar jembatan Patihan yang belum dibersihkan atau disingkir. Hal itu dimungkinkan bisa menghambar kelancaran arus air kali atau bengawan Madiun tersebut. [dar]

Tags: