Implementasi BOS/BOPDA Masih Bermanfaat

Dana bosPemprov Jatim, Bhirawa
Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Jatim menunjukkan implementasi BOS (bantuan operasional sekolah) dan BOPDA (bantuan operasional daerah) masih bermanfaat bagi pengelola sekolah dan orang tua murid/wali murid.
Penelitian itu dilakukan Peneliti Balitbang Jatim, Dr Ir Herrukmi Septarini MM di empat daerah yang menjadi lokasi penelitian, yaitu Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Situbondo.
“Implementasi dana BOS dan BOPDA atau BOSDA telah berjalan baik selama proses perencanaan dan pelaksanaan program,” katanya ketika memaparkan hasil penelitiannya di Balitbang Jatim.
Menurutnya, dari sisi lembaga sekolah telah konsisten mengembangkan dan melakukan perencanaan kegiatan tahunan secara rutin namun belum secara cermat mengembangkan skala prioritas dalam perencanaan. “Terkait dengan pelaksanaannya, pencairan langsung di rekening sekolah memudahkan dan memperpendek waktu bila ada penundaan,” katanya.
Namun diungkapkannya, masih ada beberapa hambatan yang dirasakan selama pelaksanaan program BOS ataupun BOPDA. Seperti, perlunya sosialisasi pada masyarakat sekolah khususnya orang tua/wali murid karena masih berkembang konsep pemberian dana BOS itu berarti sekolah gratis.
Sehingga terjadi penurunan partisipasi orang tua/wali murid pada pengelolaan sekolah.
Hambatan lainnya, perencanaan tidak diiringi evaluasi diri yang dilakukan secara bersama dengan masyarakat sekolah. Akibatnya, dalam pelaksanaannya mengalami hambatan ketika harus melibatkan partisipasi masyarakat sekolah.
Begitupula dengan pembatasan prosentase honorarioum dalam penganggaran juga menyulitkan dalam pendaan sejumlah kegiatan yang melibatkan guru tidak tetap dan karyawan tidak tetap. Hambatan selanjutnya, adanya ketidaksamaan persepsi antara pihak  manajemen dana BOS dan pihak inspektorat sehingga harus mengembalikan dana yang telah dibayarkan khususnya konsumsi dan honorarium.
Hambatan terakhir penerapan pelaporan online sangat memudahkan jika tim manajemen dana BOS memiliki tenaga administrasi yang handa dan kondisi telekomunikasi yang memungkinkan. “Namun,hal ini sangat sedikit ditemukan pada sekolah di keempat kabupaten ini, sehingga selalu mengalami kesulitan dalam pelaporan,” katanya.
Untuk itu, lanjut Septa, perlu ada sosialisasi, bimbingan teknis, melangsungkan evaluasi bersama hingga melakukan seleksi dalam pembentukan tim manajemen dana bos dengan menyiapkan tenaga yang fasih dalam teknologi informasi.
Sementara, Kepala Bidang Pemerintahan Balitbang Jatim, Dr HTurmudzi SH MM MBA mengatakan, dari hasil penelitian tersebut maka BOS dan BOPDA memang masih bermanfaat bagi masyarakat sekolah dan pengelola sekolah.
“Untuk itu, jangan sampai kegiatan tersebut dihentikan. Apalagi menyangkut masyarakat kurang mampu yang bisa memanfaatkan program tersebut,” katanya.¬† [rac]

Tags: