Indonesia Patut Tiru Tertibnya Singapura

Oleh :
Monalita Razmayani Oedi
Mahasiswi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Tertatanya suatu negara terkadang bermula dari aturan ketat yang diterapkan oleh pemerintah dan lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan masyarakat bahkan bisa menjadi budaya yang melekat pada masyarakatnya. Hal itu dapat kita lihat di Singapura, sebagai negara tetangga Indonesia yang dikenal sebagai negara paling maju, bersih, dan tertib di kawasan Asia Tenggara. Bagaimana tidak, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kebersihan, dan bahkan lalu lintas disana sangat diperhatikan dengan baik dari pihak pemerintah maupun masyarakatnya sendiri. Tidak heran jika Singapura mampu menarik banyak perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia dan semakin meningkat tiap tahunnya. Oleh karena itu, ada baiknya jika Indonesia meniru gaya Singapura dalam mengatur tata tertib negara.
Dengan bermodalkan luas hanya sebesar 719 km2 dan jumlah penduduk kurang lebih 5ribu juta. Singapura terbukti mampu mengatur negaranya dengan baik. Hal tersebut, dapat kita lihat dari indah dan tentramnya Singapura saat ini, yang tidak bisa dilepaskan dari peran dari Lee Kuan Yew. Seperti yang kita ketahui, Lee Kuan Yew merupakan sosok yang sangat berperan dalam pembentukkan Singapura, bahkan sering disebut sebagai bapak Singapura, ia merupakan perdana menteri pertama negara Singapura dan terkenal sebagai pemimpin yang sangat tegas dalam menerapkan berbagai aturan.
Misalnya, dalam hal kebersihan, Singapura termasuk sebagai negara terbersih di dunia, dan terbukti memang Singapura tidak bisa main-main soal kebersihan, disana tidak ada sampah yang berserakan baik di dalam pusat perbelanjaan, di jalanan, di sungai dan di daerah perumahan bahkan bisa di bilang sulit untuk menemukan sampah yang berserakan disana. Hal ini tidak lain dikarenakan peran masyarakat Singapura yang tidak pernah membuang sampah di sembarang tempat, bagaimana tidak, disana terdapat berbagai aturan yang akan mengenakan sanksi bagi mereka yang mebuang sampah sembarangan. Jadi tidak heran apabila sampah yang berserakan di Singapura hanyalah dedauanan dan bunga yang layu, itupun tidak berserakan di sembarang tempat melainkan berada tidak jauh dari pohon dimana ia terjatuh sehingga daun dan bunga-bunga yang jatuh itu tidak terlihat seperti sampah dan sama sekali tidak membuat Singapura terlihat kotor.
Berbeda dengan Indonesia dimana segala jenis sampah dapat dengan mudah ditemukan sejauh mata memandang selalu ada saja sampah mulai dari daun, plastik, botol, putung rokok dan lainnya. Masyarakat Indonesia memang sudah tahu bahwa dilarang membuang sampah sembarangan bahkan slogan itu ada dimana-mana, tempat sampah juga sudah disediakan di setiap ujung jalan, namun, masih saja, sebagian orang membuang sampah sembarangan ntah membuang sampah dengan sengaja di jalanan, di sungai, di selokan dan di tempat umum lainnya. Kemudian sampah yang di buang sembarangan itu akan menumpuk dan menyebabkan banjir karena air diselokan tidak dapat mengalir sebagai mana mestinya karena terhalang oleh sampah, apa lagi sampah plastik, sudah susah di daur ulang, dapat mengganggu arus air juga.
Itu masalah sampah, masalah lalu lintas juga kerap menimbulkan masalah mengapa tidak, masyarakat Indonesia tidak patuh terhadap rambu lalu lintas apalagi terhadap lampu lalu lintas. Hanya di Indonesia, tanda lampu merah artinya berhenti tapi kalau tidak ada orang yang melintas langsung jalan saja, lampu kuning artinya harus berkendara dengan kecepatan tinggi sebelum lampu berubah menjadi merah. Sehingga hal ini sering menimbulkan kecelakaaan, baik karena salah dari salah satu pengendara ataupun kesalahan dari dua-duanya.
Tidak hanya itu, mengenai rambu lalu lintas, tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti terasa seperti tidak ada gunanya, bagaimana tidak, sudah jelas ada tanda dilarang berhenti malah disitu para pengemudi motor atau mobil berhenti bahkan banyak juga yang malah parkir, yang kemudian menyebabkan kemacetan. Selain itu tidak menggunakan helm saat berkendara motor dan tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi juga mudah ditemukan di Indonesia, alih-alih menggunakan helm dan sabuk pengaman untuk keselamatan diri sendri malah diabaikan juga.
Berbeda dengan Singapura dimana rambu-rambu lalu lintas sangat ditaati disana, jika memang dilarang parkir atau dilarang berhenti mereka tidak akan mau melanggar peraturan tersebut, bagaimana tidak, lagi-lagi akan terkena sanksi apabila melanggarnya, sehingga lalu lintas di Singapura sangat lancar dan jarang macet karena masyarakatnya patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan lalu lintas. Untuk menyebrangi jalan saja disana teraturnya bukan main, bukan hanya ditaati sebagai lampu lalu lintas kendaraan tetapi lampu lalu lintas penyebrang jalan untuk pejalan kaki juga tersedia disana sehingga jarang terjadi kecelakaan antara pejalan kaki dan pengendara mobil atau motor disana. Selain, menaati rambu lalu lintas mampu mengurangi kemacetan, ternyata Singapura memiliki solusi ampuh agar tidak terjadi kemacetan yaitu dengan membatasi kepemilikan kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi akan diberikan biaya pajak yang cukup mahal, belum lagi jika umur kendaraan lebih dari 10 tahun yang berarti kendaraan itu harus dihancurkan dengan biaya yang cukup fantastis juga. Tidak heran jika warga Singapura banyak yang lebih memilih menggunakan kendaraan umum. Semua diatur sedemikian rupa. Lagi-lagi berbeda dengan Indonesia, dimana kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dan enggan menggunakan kendaraan umum, dikarenakan mereka memiliki alasannya masing-masing. Jadi, tidak dapat dipungkiri tertibnya Singapura tidak bisa dilepaskan dari kesadaran masyarakatnya itu sendiri yang memang sangat disiplin untuk mematuhi berbagai peraturan yang telah dibuat oleh pemerintahnya.
Melihat di Indonesia, jika kita menelaah lebih jauh, pada dasarnya pemerintah Indonesia sudah dengan detail mengatur mengenai sampah, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, pada pasal 29 jelas dinyatakan bahwa terdapat larangan membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan dimana ditujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebenarnya, pemerintah Indonesia juga sudah menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat sampah, rambu-rambu lalu lintas, dan juga berbagai kendaraan umum. Disayangkan, peraturan yang kurang ketat dapat dikatakan sebagai penghambat Indonesia menjadi negara bersih dan tertib. Namun, kembali lagi, kesadaran masyarakatlah kunci utama dan hal yang terpenting untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai negara tertib seperti Singapura.
Oleh karena itu, aturan-aturan yang diterapkan hendaknya lebih ketat dan para penegak hukum hendaknya juga lebih tegas dalam menyikapi masyarakat yang tidak menaati peraturan. Adapun, akan lebih baik hasilnya jika pemerintah dan masyarakat Indonesia bekerjasama untuk membangun Indonesia yang lebih baik dimana pemerintah memberikan peraturan yang ketat dan masyarakat mau menaati peraturan yang diberikan. Dikarenakan akan sia-sia hasilnya jika pemerintah sudah menerapkan aturan yang sedemikian rupa namun disisi lain masyatakatnya tidak peduli atau bahkan tutup mata dengan segala aturan tersebut. Mari menjadi masyarakat yang lebih baik, dimulai dari mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan dan tidak melanggar aturan yang sudah diterapkan. Mulai-lah dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan.

———- *** ———–

Tags: