Indonesia, USA dan Mitra Perguruan Tinggi Pamerkan Keberhasilan Kewirausahaan Mahasiswa

Jakarta, Bhirawa
Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek) memamerkan keberhasilan program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirausahaan (KKN-TKWU) yang didukung oleh USAID pada pertemuan daring yang berlangsung hari Rabu (16/6).

Melalui inisiatif pengembangan ketenagakerjaan inklusifnya, USAID Mitra Kunci dan Kemendikbud Ristek bersama-sama memprakarsai inisiatif KKN-TKWU dan menerapkannya dengan tujuh mitra institusi pendidikan tinggi. Hingga hari ini, lebih dari 33.800 mahasiswa telah mengikuti program tersebut, di mana hampir sepertiganya melaporkan telah mendapatkan pekerjaan atau memulai bisnis setelahnya (berdasarkan survei dengan sampel lebih dari 3.300 mahasiswa). Angka tersebut diperkirakan akan meningkat seiring dengan kelulusan para peserta dari universitas masing-masing.

“Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID mendukung pemusatan perhatian Kemendikbud Ristek kepada kewirausahaan melalui inisiatif yang kuat ini,” ujar Wakil Direktur Kantor Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kemitraan USAID Indonesia, Peter Novak,

“Melalui USAID, pemerintah Amerika Serikat bekerja sama dengan institusi pendidikan tinggi untuk membantu lebih banyak orang muda menjadi wirausahawan dengan memperkuat dan memfasilitasi cara-cara di mana mahasiswa dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari di ruang kelas dan membawanya ke luar ke masyarakat,” lanjut Novak.

Seperti tercermin dalam program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Kemendikbud Ristek di tahun 2019, kewirausahaan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan Pemerintah Indonesia dan memainkan peran krusial dalam mengembangkan peluang baru untuk menyokong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menumbuhkan ketenagakerjaan yang inklusif. Bisnis-bisnis baru berkesempatan menciptakan inklusivitas dan menumbuhkan hubungan ketenagakerjaan yang menghormati setiap individu sejak tahapan dini. KKN-TKWU juga telah membantu mahasiwa mengembangkan keterampilan penting lainnya yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan di abad ke-21 dan untuk menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan sukses, termasuk kepemimpinan, komunikasi, dan keterampilan pemecahan masalah.

Selama empat tahun terakhir, terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19, inisiatif USAID Mitra Kunci telah sukses mendukung implementasi program KKN-TKWU. USAID turut mendukung berbagai inovasi mitra-mitra perguruan tinggi, termasuk dalam pengembangan teknologi yang memungkinkan ribuan mahasiswa berpartisipasi dalam program KKN-TKWU dalam kondisi aman dari rumah mereka masing-masing, alih-alih dengan pendekatan tradisional tinggal-di-desa-sasaran yang biasanya dilakukan.

Mengingat peningkatan kebutuhan pembelajaran jarak jauh yang ditunjukkan oleh pandemi, USAID Mitra Kunci juga berkolaborasi dengan Kemendikbud Ristek untuk mengembangkan modul pembelajaran elektronik (e-learning) KKN-TKWU yang akan ditayangkan di Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) milik Kemendikbud Ristek.

“KKN-TKWU menjadi jalan untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan sebagai sesuatu yang dibutuhkan di abad ke-21 oleh orang muda, termasuk mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, seiring dengan masuknya mereka ke dalam angkatan kerja atau memulai bisnis sendiri,” terang Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Ristek.

“Kami mengapresiasi program USAID Mitra Kunci yang telah berjalan selama ini dan berharap agar program ini dapat menjadi bagian dari program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka sehingga semakin luas menjangkau mahasiswa secara nasional,” tambahnya.

Pada pertemuan daring tersebut, para mitra USAID Mitra Kunci dari universitas dan institusi perguruan tinggi (PT) dari Jabar Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Suryakancana (UNSUR), dan Universitas Siliwangi (UNSIL) dan Jatim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Jember (UNEJ), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membagikan pelajaran dan praktik terbaik dari pengembangan dan pelaksanaan KKN-TKWU.

Selama tahun-tahun tersebut, melalui program KKN-TKWU, universitas-universitas bersangkutan telah membantu ratusan desa dalam mengembangkan produk unggulan untuk inisiatif “Satu Desa, Satu Produk” (One Village One Product), dan melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan dan wirausahawan setempat, memperkenalkan produk-produk tersebut kepada masyarakat luas lewat taktik pemasaran digital, serta menumbuhkan kemitraan baru termasuk dengan pemerintah daerah setempat, sektor swasta, dan berbagai lembaga keuangan. Modifikasi termutakhir dari KKN-TKWU memungkinkan universitas-universitas ini untuk terus membantu upaya tersebut terlepas dari pandemi yang melanda.

Sejak 2017, inisiatif USAID Mitra Kunci memperkuat upaya Pemerintah Indonesia dalam mengembakan ketenagakerjaan inklusif yang meningkatkan akses terhadap pelatihan, informasi, pengalaman, dan layanan bagi orang muda miskin dan rentan, termasuk perempuan dan orang dengan disabilitas.

USAID Mitra Kunci hanyalah salah satu dari berbagai inisiatif pertumbuhan ekonomi inklusif dari Kedutaan Besar AS di Indonesia, yang menunjukkan luasnya cakupan Kerja Sama Strategis Amerika Serikat-Indonesia. [wwn]

Tags: