Ingatkan Pemda dan Pertamina Beri Pendampingan Warga Desa dapat Ganti Untung

Jakarta, Bhirawa.
Aksi borong mobil yang dilakukan warga desa Sumurgeneng, kecamatan Jenu, kabupaten Tuban-Jawa Timur, jadi sorotan Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti. Sebanyak 870 KK wargadesa Sumurgeneng, desa Warung dan desa Kaliuntu mendapat ganti untung tanahnya yang digusur untuk pembangunan Kilang Minyak dan PetroKimia Grass Root Refinery (GRR) pada Januari 2020 lalu.

“Fenomena warga desa borong mobil karena mendapat ganti untung dari penjualan tanah akibat digusur, memang tidak salah. Namun harus diingat, uang akan segera habis, bila hanya untuk hura-hura. Uang miliaran yang didapat, selayaknya untuk menunjang aktifitas ekonominya,” ujar mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur La Nyalla.

Dia khawatir, ganti untung miliaran rupiah, akan membuat warga desa menjadi konsumtif. Berbelanja barang yang semestinya tidak diperlukan, tanpa mengingat kerja yang menunjang perekonomian mereka selanjutnya. Dengan kata lain, ganti untung dengan jumlah besar itu tidak akan banyak membantu perekonomian warga desa. Dikhawatirkan, malah hanya untuk hura-hura saja.

“Pemerintah daerah atau Pertamina, harus memberikan pendampingan, agar warga desa memiliki kemampuan mengelola uang yang didapat. Warga desa itu hendaknya bisa mengelola uangnya, berdasarkan kemampuan pertanian yang biasa dilakoninya. Atau untuk usaha pengembangan pertanian yang lebih produktif dan menguntungkan,” usul La Nyalla.

Pertamina membeli tanah warga desa dengan harga Rp 600 ribu hingga Rp800 ribu per meter. Saat ini sudah 225 orang penduduk yang telah menerima pembayaran, tercatat membeli 380 unit mobil baru. Bahkan, aksi borong mobil masih berlanjut, hingga hari ini kembali dikirim 17 unit mobil baru ke desa Sumurgeneng. [ira]

Tags: