Inovasi Etnomatematika dan Teknologi AR, Peneliti Siapkan Solusi untuk Peningkatan Skor PISA

Malang, Bhirawa
Indonesia punya tantangan dalam bidang peningkatan kualitas pembelajaran untuk rangking PISA di level internasional. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia, sebuah tim peneliti dari kolaborasi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) dałam program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI), dipimpin oleh Dr. Lathiful Anwar dari Universitas Negeri Malang, telah meluncurkan program penelitian yang menarik.

Program yang bertajuk “Pengembangan Local Instructional Theory Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) dan Etnomatematika Budaya Jawa Timur Berbantuan Augmented Reality” ini, diharapkan akan membawa angin segar dalam metode pengajaran matematika di sekolah-sekolah Indonesia.

Dalam rangkaian penelitian, telah dikembangkan sebuah instrumen penelitian etnografis yang komprehensif, termasuk pedoman wawancara dan observasi. Hasil dari pengamatan ini akan dijadikan dasar dalam merancang Hipotetical Learning Trajectory (HLT), yang merupakan kerangka pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan RME dan etnomatematika.

Ketua peneliti, Dr. Lathiful Anwar, menyatakan bahwa pendekatan ini akan memperkaya proses pembelajaran matematika dengan mengaitkannya dengan konteks budaya yang akrab bagi siswa. “Kami berharap dengan mengaitkan matematika dengan aspek-aspek budaya yang nyata dan relevan, siswa akan menemukan kegembiraan dan kegunaan dalam mempelajari matematika,” ujarnya kepada media ini, Selasa (05/12).

Anggota tim peneliti, yang meliputi Prof. Dr. Cholis Sa’dijah (UM), Prof. Dr. Ahmad Farzan (UNP), Prof. Dr. Rahmah Johar (Unsyiah), dan Prof. Dr. Sugiman (UNY), telah melakukan eksplorasi lapangan yang mendalam untuk mengidentifikasi aspek-aspek etnomatematika di beberapa provinsi, termasuk Sumatera Barat, Jambi, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur dan Yogyakarta.
Menurut data terakhir dari Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, Indonesia menduduki peringkat ke-73 dari 79 negara, dengan skor jauh di bawah rata-rata OECD. Masalah ini diperparah oleh temuan bahwa siswa Indonesia sering kali mengalami kesulitan dalam memecahkan soal kontekstual, baik di dalam maupun di luar kelas.

Dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat lokal khususnya dari Jawa Timur, penelitian ini bertujuan untuk membuat pembelajaran matematika lebih relevan dan menarik bagi siswa. Penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) diharapkan dapat menyediakan visualisasi objek-objek budaya dalam bentuk 3D, memperkaya pengalaman belajar siswa dan membantu mereka memahami penerapan konsep matematika dalam kehidupan nyata.

Penelitian ini juga akan menghasilkan buku interaktif dan aplikasi AR yang dirancang untuk mendukung guru dalam proses pengajaran. Uji coba telah menunjukkan bahwa integrasi AR dapat meningkatkan interaksi dan kolaborasi di antara siswa, membantu mereka mencapai kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Kesuksesan implementasi dari Local Instructional Theory (LIT) ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan kurikulum matematika di seluruh Indonesia, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan fleksibilitas, relevansi budaya, dan pemanfaatan teknologi. Inovasi penelitian ini sangat penting untuk menguatkan metode serta strategi perbaikan untuk peningkatan skor PISA bagi pelajar di Indonesia. [iib]

Tags: