Instansi di Kota Batu Siaga Bersama Antisipasi Bencana Alam

Gelar apel bersama kesiapsiagaan dan waspada bencana alam yang digelar di halaman Balai Kota Batu, Rabu (16/6).

Kota Batu,Bhirawa
Gabungan instansi di Kota Batu melakukann kordinasi bersama dalam upaya mempersiapkan diri dalam penanggulangan bencana alam. Kordinasi ini dimulai dengan apel gabungan yang dilaksanakan di halaman depan Balai Kota Among Tani Batu, Rabu (16/6).

Tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung menjadi potensi bencana alam yang harus diwaspadai di kota ini.

“Potensi bencana di Kota Batu mengacu dari data kebencanaan BPBD setiap tahunnya adalah longsor, banjir dan puting beliung. Bencana tersebut juga sesuai dengan topografi dan kondisi alam di Kota Batu yang berada diantara pegunungan,” ujar Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memimpin apel.

Kordinasi ini untuk memantapkan serta mensiapsiagakan semua personil yang ada, baik pemkot, polisi, dan TNI dalam rangka membantu masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Kesiagaan ini menjad penting untuk menghadapi potensi bencana yang biasa terjadi pada pergantian musim.

“Apalagi di tahun ini potensi bencana alam juga masih berada di masa pandemi sehingga kita juga harus ekstra melayani masyarakat dalam menekan angka penyebaran Covid 19 di wilayah kota batu,” pesan wali kota.

Dengan potensi yang ada, Pemkot Batu melalui BPBD telah melakukan mitigasi bersama agar masyarakat juga mengetahui potensi bencana yang bisa sewaktu- waktu terjadi di wilayahnya. Dan ketika terjadi bencana mampu melakukan penanganan bencana dengan baik.

Ditambahkan Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan bahwa angka kebencanaan di Kota Batu terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2020 kami mencatat ada 114 kejadian. Sedangkan tahun ini hingga bulan Juni ada 108 kejadian dengan mayoritas bencana longsor,” ujar Agung.

Saat ini, jelasnya, BPBD Kota Batu telah memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang kebencanaan. Pihaknya mencatat telah ada 16 Desa/ Kelurahan yang kini sudah memiliki status Desa Tanggap Bencana (Destana) dari total 24 Desa/Kelurahan.

Dan tahun ini, BPBD Kota Batu akan mengukuhkan empat desa tangguh bencana yang meliputi, Desa Bumiaji, Oro-Oro Ombo, Beji dan Desa Tlekung.

“Adapun tahun depan kita menargetkan Desa Pendem, Mojorejo, Torongrejo dan Kelurahan Dadaprejo untuk bisa menjadi desa/ kelurahan tangguh bencana,” tandas Agung.(nas)

Tags: