Intensifkan Penyuluhan Sosial di Tengah Pandemi

Pemprov Jatim, Bhirawa
Di saat pendemi Covid-19, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengintensifkan kegiatan penyuluhan sosial selama tiga bulan berturut, sebagai langkah mitigatif dan penanganan seoptimal mungkin agar covid-19 tidak semakin merebak.

Kepala Dinsos Jatim, Alwi mengatakan, adanya penyuluhan sosial ini maka diharapkan ada peningkatan partisipasi, motivasi, dan efektivitas jaringan kemitraan.

“Tentunya dari segenap komptenan masyarakat yang turut berpartisipasi aktif dalam mencegah permasalahan sosial yang muncul,” ujarnya, kemarin.

Disampaikannya, munculnya Covid-19, kini tatanan kehidupan maupun norma sosial banyak mengalami perubahan. “Sebagai makhluk sosial diharapkan bisa mempertahankan atau meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Adanya penyuluhan sosial berkesinambungan ini, maka diharap pula terwujudnya pemahaman yang sama para pelaku program penyelenggaraan kesejahteraan sosial (Dinsos Jatim, Kabupaten/Kota, Instansi terkait, dan Masyarakat).

“Penyuluhan sosial juga untuk mendukung keberhasilan program-program dan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dalam kerangka mencegah permasalahan sosial yang muncul akibat pandemic Covid-19,” katanya.

Selain itu, lanjut Alwi, terlaksananya proses penyuluhan sosial melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi (dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mau dan mampu) terhadap kelompok sasaran ke arah yang lebih baik

“Terwujudnya sinergi dan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan dalam pelaksanaan penyuluhan social, terwujudnya pemahaman dan peran serta dari masyarakat tentang program pembangunan kesejahteraan sosial dalam kerangka mencegah permasalahan sosial yang muncul akibat pandemic covid-19,” paparnya.

Dalam penyuluhan sosial lebih efektif, maka ada strategi dan prinsip yang digunakan yaitu strategi pendekatan partisipatif, komunikatif dan interaktif juga prinsip keterpaduan dan keberlanjutan.

“Adanya strategi dan prinsip inilah, maka para peserta penyuluhan yang memiliki kualitas dan kompetensi untuk menyebarluaskan informasi di masyrakat tentang pencegahan dan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial,” katanya.

Metode pelaksanaan Penyuluhan Pencegahan Dampak Sosial Pandemic Covid-19 di Kabupaten/kota di Jatim penyuluhan sosial kelompok dengan metode langsung tatap muka dengan pendekatan partisipatif. Metode ini, peserta agar berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan sosial. [rac]

Tags: