Intervensi Gejolak Harga Pj.Wali Kota Malang Kembali Gelar Pasar Murah

Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau secara langsung gelaran pasar murah Selasa (20/2).

Kota Malang, Bhirawa
Kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir ini langsung direspon Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Untuk meredam kenaikan harga, Wahyu mengambil kebijakan menggelar pasar murah di 5 (lima) kecamatan di Kota Malang.

Uniknya kebijakan ini selalu dilakukan Pj. Wali Kota Malang, setiap ada gejolak harga kebutuhan pokok di pasar.

Sejak menjabat sebagai penjabat Wali Kota Malang September lalu, Wahyu sudah berulang kali menerapkan kebijakan pasar murah ini dan terbukti efektif.

Karena itu, Senin (20/2) kemarin, hal serupa dilakukan di Lapangan Merjosari Kecamatan Lowokwaru menjadi rangkaian awal kegiatan pasar murah.

Didampingi jajaran Forkopimda dan TPID Kota Malang, Pj. Wali Kota hadir dan meninjau langsung kegiatan yang dilaksanakan Diskopindag Kota Malang itu.

9.500 paket telah disiapkan. Setiap paket berisi 5 Kg beras, 1 liter Minyak goreng, gula pasir 1 Kg, bawang merah 1 kg dan bawang putih 1 kg dengan harga Rp. 100.000,- dan yang disasar adalah RTM (Rumah Tangga Miskin) yang belum tersentuh mendapatkan sembako.

Wahyu mengatakan yang dilakukannya ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah pusat dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan tingkat inflasi.

Menurutnya kebijakan melaksanakan pasar murah yang selama ini dilakukan terbukti efektif meredam gejolak di masyarakat.

Wahyu juga menjelaskan strategi penanganan dan pengendalian yang dilakukan didasarkan pada kondisi masyarakat. Karena itulah dirinya yakin, gelontoran pasar murah ini memberikan efek dan dampak positif khususnya terhadap daya beli masyarakat.

“Kebijakan ini merupakan bentuk intervensi yang harus dilakukan dalam merespon kondisi pasar, dan kegiatan pasar murah ini sangat efektif dalam meredam gejolak masyarakat karena daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga kenaikan harga di pasar tidak sampai berpengaruh atau setidaknya meminimalisir dampak yang terjadi,” jelas Wahyu.

Wahyu meyakinkan masyarakat untuk tidak panik dengan kenaikan harga beberapa komoditi. Dirinya memastikan ketersediaan stok bahan pangan di Bulog masih sangat aman, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan mendatang.

“Ini salah satu bentuk kegiatan dari TPID untuk kita bisa menekan dan mengendalikan terkait harga yang cenderung saat ini naik,”tukasnya.

Termasuk satunya adalah beras, cabe, minyak goreng. Hari ini kami langsung turun kepada Masyarakat yang memang kita harapkan bisa menekan terkait dengan harga-harga tersebut.

Sebagai informasi gelaran pasar murah akan dilaksanakan berurutan, dimulai tanggal 20 Februari di Kelurahan Merjosari, tgl 21 di Kelurahan Bunulrejo, tanggal 22 di Kelurahan Gadingkasri, tanggal 23 di Kelurahan Bakalankrajan dan ditutup tanggal 26 di Kecamatan Kedungkandang tepatnya dikantor Diskopindag Kota Malang. [mut.bb]

Tags: