IPM Sidoarjo Terpengaruh Dampak Covid-19

Ir Indriyah Purwaningsih. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, Indriyah Purwaningsih, berpendapat pembangunan sektor-sektor yang terkait dengan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kab Sidoarjo dalam kurun waktu satu dasa warsa ini, telah tertata dengan baik. Misalnya di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Hasilnya telah menunjukkan, IPM Kab Sidoarjo mulai tahun 2010 hingga 2019 lalu, terus melaju naik. Pada tahun 2010 yang 73.75, pada tahun 2019 lalu menjadi 80.05.

Menurut pendapat Indriyah, kalau misalnya nanti pada tahun 2020, hasil IPM mengalami penurunan, menurut dirinya, itu karena kondisional saja, ada faktor force major. Yakni terjadinya pandemi Covid-19.

“Force major ini tidak hanya terjadi di Sidoarjo saja. Tapi juga di tingkat Provinsi, nasional bahkan di tingkat dunia,” komentar Indriyah, Rabu (13/1) kemarin.

Pembangunan IPM di Kab Sidoarjo, lanjut Indriyah, dalam kurun waktu 2010 – 2019, memang telah masuk dalam kelompok 5 besar terbaik capaian pembangunan IPMnya.

Menurut Indriyah, apabila pada tahun 2020 tidak ada force mayor berupa pandemi Covid-19, namun tiba-tiba pembangunan IPM Kab Sidoarjo mengalami penurunan, ia berpendapat itu ada sesuatu yang salah saat melaksanakan kebijakan pembangunan IPM nya.

Diantara bidang yang menjadi garapan dalam pembangunan IPM, kata Indriyah, pertama bidang kesehatan, yang berimbas pada masalah angka harapan hidup (AHH), kedua, bidang pendidikan yang berimbas pada masalah rata-rata lama sekolah ( RLS) dan harapan lama sekolah (HLS), dan yang ketiga bidang ekonomi, yang berimbas pada standart hidup layak yang diukur melalui pengeluaran perkapita.

Dari data yang ada, di bidang kesehatan, umur panjang dan hidup sehat yang diukur melalui angka harapan hidup (AHH), pada tahun 2019 sebesar 73.98. Meningkat 0.21 poin dibanding tahun 2018.

Di bidang pendidikan, RLS penduduk Sidoarjo sebesar 10.25 tahun. Meningkat 0.01 poin dibanding 2018. HLS penduduk Sidoarjo sebesar 14.91 tahun meningkat 0.16 poin dibanding tahun 2018.

Sedangkan di bidang ekonomi, standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran perkapita, pada tahun 2019 lalu penduduk Sidoarjo sebesar Rp.14.609 ribu/tahun. Meningkat 2.49% dibanding tahun 2018 lalu.

Karena kondisinya force major, yakni ada pandemi Covid-19, menurut pendapat Indriyah, anggaran daerah untuk sementara memang lebih baik dioptimalkan dulu untuk penanganan Covid-19.

“Supaya masalah Covid ini tuntas lebih dulu, kita sehatkan manusianya dulu, karena sehat itu mahal, manusia tidak sehat, tidak akan bisa apa-apa,” kata Indriyah.

Agar sehat, maka masyarakat Sidoarjo, diingatkan jangan sampai lupa dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya dengan menerapkan perilaku 3 M . Memakai masker, menjaga jarak dan rajin mecuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Saat fokus pada di bidang kesehatan, penanganan Covid-19, menurut Indriyah, Pemerintah juga masih bisa menangani masalah sosial lain sebagai dampak akibat Covid-19.

Salah satunya para korban PHK, menurut Indriyah, bisa saja dipekerjakan untuk menjadi relawan-relawan tenaga kesehatan. Kab Sidoarjo, menurut Indriyah, jumlah pengangguran terbuka, akibat dampak pandemi Covid-19 ini termasuk besar.

Dengan penambahan tenaga kesehatan, kata Indriyah, diharapkan fisik tenaga kesehatan di rumah sakit, tidak sampai terkuras dalam merawat pasien. Apabila terkuras, maka dampaknya bisa pada penurunan daya tahan tubuh. Padahal penurunan daya tahan tubuh, sangat resisten tertular Covid-19.

“Tidak hanya menerima tenaga kesehatan saja, mungkin barangkali juga membutuhkan tenaga-tenaga bersih-bersih di rumah sakit. Satu kali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Menangani satu masalah, masalah yang lain juga ikut tertangani,” ujarnya.

Untuk cepat dalam penanganan masalah Covid-19 dan dampak-dampak sosialnya, diakui Indriyah, Pemkab Sidoarjo masih membutuhkan banyak mitra kerja yang peduli dengan kondisi yang terjadi.

Misalnya dari kalangan perusahaan, BUMN dan komunitas-komunitas sosial keagamaan yang ada di daerah ini. Menurut Indriyah, sebenarnya jumlah mereka sangat banyak sekali.

“Dalam menangani masalah Covid-19 ini, tidak akan bisa hanya menunggu perhatian dan peranan dari Pemerintah saja. Tetapi harus dari semua kalangan masyarakat. Supaya kondisinya bisa cepat segera pulih normal seperti semula,” pungkasnya. (kus)

Tags: