ISD Desak Polisi Tindak Penyebar Isu SARA

Ruhadi Rarundra

Ruhadi Rarundra

(Karena Ada Upaya Gagalkan Pemilu)
Kab Malang, Bhirawa
Institut Sosial Demokrasi (ISD) Malang siap mengawal suksesnya pesta domokrasi yakni Pemilihan Umum Legislative (Pileg) dan Pemilihan Presdien (Pilpres) 2014. Sehingga untuk mewujutkan pemilu damai dan aman di wilayah Kabupaten Malang, ISD akan terus melakukan sosialisasi pada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dan tidak golput atau tidak mencoblos.
Selain itu, kata Ketua Institut Sosial Demokrasi Malang Ruhadi Rarundra, Kamis (3/4), kepada Bhirawa, pihaknya juga berharap agar masyarakat tidak terprovokasi oleh orang-orang yang ingin mengagalkan pileg, pada 9 April 2014 mendatang.
Sebab, mendekati pileg yang kurang lima hari lagi, ada isu-isu yang dihembuskan ke masyarakat, yang bertujuan untuk tidak mencoblos di saat pileg dan pilpres. “Contohnya seperti isu yang mengarah pada agama dan berpotensi ke arah SARA,” terangnya.
Sementara, jelas dia, isu agama secara otomatis akan memecah belah di antara umat beragama. Dengan isu tersebut, maka akan terjadinya konflik antar warga, dan juga akan berdampak pada upaya penggagalan pemilu. Hal ini yang menjadi kekhawatiran, sehingga pihaknya mendesak aparat kepolisian menindak tegas terhadap orang penyebar isu agama tersebut. Karena momen pemilu adalah untuk menentukan nasib bangsa dan nasib rakyat Indonesia, sehingga perlu adanya partisipasi yang tinggi dari masyarakat.
“Untuk itu, masyarakat Kabupaten Malang jangan mudah terpancing dengan berbagai isu. Pasalnya, isu agama yang dihembuskan ke masyarakat ada unsur kepentingan pribadi dan kelompoknya. Sehingga isu yang diciptakan itu, untuk mengadu domba masyarakat, agar terjadi konflik ditingkat masyarakat,” tegas Ruhadi.
Dalam kesempatan itu, ia juga menambahkan, ISD pada 9 April 2014  juga akan memantau pelaksanaaan pencoblosan serta memantau pergerakkan para caleg di seluruh desa, baik itu caleg dari DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI maupun DPD terkait adanya upaya money politik pada masyarakat guna untuk mendongkrak suaranya.
Karena hal itu sudah melakukan kecurangan, dan juga telah menodai demokrasi. Ditegaskan Ruhadi, belum jadi saja mereka sudah melakukan kecurangan, apalagi jika terpilih dan duduk di kursi dewan, bisa dipastikan dia akan melakukan kecurangan dan kebohongan yang lebih besar pada masyarakat.
Secara terpisah, salah satu Caleg DPRD Kabupaten Malang Hadi Mustofa mengatakan, dirinya menyayangkan munculnya isu agama yang berkembang di Kabupaten Malang, disaat menjelang pileg. Sehingga dengan isu tersebut akan membuat apatis masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Sebab, isu agama itu secara langsung akan mengganggu stabilitas keamanan wilayah Kabupaten Malang menjelang pemilu. “Kami berharap masyarakat Kabupaten Malang tidak terpancing dengan isu-isu tersebut, karena akan merugikan kita semua,” paparnya, yang kini juga sebagai Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kabupaten Malang {P3KM). [cyn]

Tags: