Ishlah Jalan Terbaik Golkar

17-golkarJakarta, Bhirawa
Politisi Golkar Fadel Muhammad mengatakan bahwa ishlah merupakan jalan terbaik bagi Partai Golkar untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi saat ini.
“Saya pikir yang terbaik ishlah kedua belah pihak. Untuk ishlah ada beberapa alternatif,” kata Fadel saat menghadiri pertemuan petinggi Golkar, Jakarta, Selasa (16/12) kemarin.
Menurut dia, alternatif yang akan dibahas adalah bagaimana kedua kubu akan berembuk. Akan dibahas pula alternatif untuk menggabungkan kepengurusan hasil Munas Bali dan Ancol (Jakarta), atau diadakan munas ishlah.
“Jadi saya pada pikiran bahwa tidak ada cara lain kecuali ishlah. Untuk ishlah harus adil, misalnya dulu kedua kubu pernah saling pecat, maka keduanya perlu membentuk kesepakatan baru, pemimpin baru,” kata dia.
Menurut dia, apa yang diputuskan Menkumham soal kisruh Golkar ada benarnya, karena kedua kubu harus menyelesaikan persoalan secara internal melalui mahkamah partai.
Sebelumnya, di tempat terpisah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memilih tidak mengesahkan dua kubu dalam partai Golongan Karya (Golkar) yaitu kubu pimpinan ketua umum versi musyawarah nasional (Munas) Bali, Aburizal Bakrie maupun kubu versi munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono.
“Setelah kami mempertimbangan dari seluruh aspek yuridis, fakta, dokumen dari kedua kelompok ini, kami menyimpulkan bahwa masih ada perselisihan yang seharusnya Kemenkumham tidak boleh mengintervensi keputusan itu. Kami dengan berat hati sebenarnya tidak dapat memberikan keputusan baik kemana-kemana,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Yasonna Laoly dalam konferensi pers di gedung Kemenkumham Jakarta, Selasa.
Sebelumnya pada 8 Desember 2014, Aburizal dan Agung sama-sama mendaftarkan kepengurusan Partai Golkar kepada Kemenkumham untuk disahkan.
“Kami minta internal partai Golkar yang menyelesaikan masalahnya sesuai pasal 24 UU Parpol yang mengatakan dalam hal terjadi perselisihan kepengurusan parpol hasil forum tertinggi pengambilan keputusan belum dapat dilakukan menteri sampai perselisihan terselesaikan,” ungkap Yasonna. Namun Yasonna mengakui bahwa kedua munas partai Golkar adalah munas yang sah.
Sementara itu, juru Bicara Poros Muda Golkar Indonesia Timur Victor Abraham Abaidata mengatakan tokoh senior partai beringin seperti BJ Habibie merupakan sosok yang tepat menengahi kisruh Golkar, karena dinilai memiliki sikap yang netral.
“Dibutuhkan tokoh senior Golkar yang netral untuk menengahi seperti BJ Habibie, Siswono Yudohusodo, Cosmas Batubara dan Prof Suhardiman yang notabene pelaku sejarah sekaligus pendiri Golkar,” kata Victor dihubungi di Jakarta.
Dia mengatakan sebaiknya tokoh senior seperti Akbar Tandjung dan lain-lain yang ada di kubu Munas Bali tidak ikut menengahi perselisihan partai, karena dipandang pro Aburizal Bakrie.
Terkait putusan Menkumham yang mengembalikan persoalan partai beringin ke dalam mekanisme penyelesaian internal, menurut dia hal itu adalah langkah bijak namun di sisi lain justru menyisakan agenda yang merepotkan pemerintah dan merugikan Golkar. [ant.ira]

Keterangan Foto : Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (tengah) didampingi Ditjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham Harkristuti Harkrisnowo (kiri) dan Kepala Biro Humas Kemenkumham Yonathan Ferdinand (kanan) menjawab pertanyaan wartawan mengenai dualisme kepimpinan Partai Golkar di Jakarta, Selasa (16/12).

Rate this article!
Tags: